LombokPost - Ratusan murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Mataram dengan antusias mengikuti peluncuran program wakaf uang, Jumat (8/8).
Program ini menjadi langkah awal wakaf uang di madrasah yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, dengan tujuan membentuk budaya wakaf sejak usia dini.
Program wakaf uang MIN 2 Mataram ini langsung mendapat sambutan hangat dari siswa dan guru. Anak-anak tampak semangat saat menyisihkan uang saku mereka untuk diwakafkan.
Cukup dengan seribu atau Rp 2 ribu, kini siswa sudah bisa ikut dalam gerakan wakaf uang
Hal ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter agar siswa terbiasa menyisihkan rezeki dan memiliki kepedulian sosial sejak dini.
“Lewat program wakaf uang di MIN 2 Mataram ini, kami ingin tanamkan bahwa wakaf tidak harus mahal. Yang penting niat dan konsistensi. Dengan Rp 2 ribu atau Rp 10 ribu pun, anak-anak sudah belajar memberi,” kata Ramli.
Kepala Kemenag Kota Mataram H Hamdun menjelaskan, launching wakaf uang ini akan jadi pilot project di madrasah. Seluruh pelaksanaan wakaf uang diawasi oleh OJK agar aman dan terukur.
Nantinya, dana wakaf ini akan disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, atau bencana.
“Bisa untuk beasiswa anak kurang mampu, bantuan bagi siswa sakit, atau korban banjir. Bentuknya bisa sembako, alat belajar, atau uang tunai,” terang Hamdun.
Berbeda dengan wakaf lahan yang hanya bisa dilakukan segelintir orang. Wakaf uang di madrasah justru membuka ruang wakaf untuk semua kalangan.
“Kita ingin anak-anak tahu bahwa mereka juga punya hak untuk berwakaf. Wakaf kini milik semua, bukan hanya yang mampu,” tutupnya.
Dengan wakaf uang MIN 2 Mataram, Kemenag Kota Mataram membuktikan bahwa budaya berbagi bisa dibentuk dari sekolah.
Dan dengan semangat sedekah yang terukur dan rutin manfaat wakaf bisa dirasakan lebih luas, lebih lama, dan lebih merata. (*)
Editor : Prihadi Zoldic