LombokPost- Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jannah NWDI Ampenan menggelar workshop kurikulum berbasis cinta dan deep learning pendidikan untuk membekali guru dengan strategi pembelajaran yang memadukan nilai kemanusiaan dan teknologi modern.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas pada Sabtu lalu (9/8) dihadiri kepala madrasah, guru, dan narasumber berpengalaman di bidang pendidikan.
Kepala MA Nurul Jannah NWDI Ampenan Muh Junaidi menegaskan, workshop kurikulum berbasis Cinta ini bukan sekadar transfer pengetahuan. Tetapi juga membangun karakter siswa dengan akhlak mulia.
“Kami ingin madrasah menjadi rumah perkembangan akhlak sekaligus inovasi. Kurikulum berbasis cinta membuat siswa merasa dihargai, sementara deep learning menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” ujar Junaidi.
Dalam sesi workshop kurikulum berbasis Cinta ini, peserta mengikuti simulasi pembelajaran yang menumbuhkan empati di kelas.
Praktik penerapan deep learning pendidikan untuk personalisasi belajar serta diskusi kelompok penerapan teknologi dan nilai kemanusiaan di madrasah.
“Kami berharap langkah ini dapat mencetak generasi pelajar cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi perkembangan zaman,” harap Junaidi.
Faridayani, salah seorang guru mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru.
“Selama ini kita menganggap teknologi dan nilai kemanusiaan berjalan sendiri-sendiri. Ternyata keduanya bisa berpadu dan saling menguatkan,” kata Farida.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana aksi implementasi kurikulum berbasis cinta dan deep learning pendidikan di semester mendatang.
Editor : Siti Aeny Maryam