LombokPost- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, NTB terus menggencarkan gerakan wakaf uang di madrasah.
Program ini menyasar seluruh satuan pendidikan madrasah, mulai dari MI, MTs, hingga MA untuk mendorong guru, pegawai, siswa, dan masyarakat berpartisipasi dalam pengembangan wakaf produktif.
Kepala Kemenag Kota Mataram H Hamdun mengatakan, wakaf uang di madrasah bertujuan menumbuhkan semangat kedermawanan dan menjadi percontohan bagi masyarakat. Dengan program ini, siswa bisa berwakaf mulai dari uang jajan harian.
“Semua orang bisa berwakaf uang, tidak harus besar seperti tanah. Seribu atau dua ribu rupiah pun bisa,” ujarnya.
Program wakaf uang madrasah ini telah berjalan di MIN 2 Mataram dan mendapat sambutan positif. Murid-murid bisa menyisihkan uang saku.
Kemenag bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) untuk memastikan pengelolaan dana aman dan profesional. Proses ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dana wakaf uang akan dikelola menjadi investasi produktif. Keuntungan dari investasi itu disalurkan kembali dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.
“Kami ingin wakaf menjadi instrumen penting pemberdayaan ekonomi umat, dimulai dari lingkungan madrasah,” tegas Hamdun.
Ia berharap gerakan wakaf uang di madrasah menjadi kebiasaan berkelanjutan. Dengan melibatkan siswa sejak dini, kesadaran berwakaf akan tertanam kuat.
“Potensi wakaf uang ini sangat besar jika dikelola bersama untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam