LombokPost - Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) NTB mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini dengan menggelar program pelatihan kompetensi bagi guru Raudhatul Athfal (RA).
Fokusnya adalah penerapan kurikulum berbasis cinta dengan pendekatan deep learning yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar mendalam dan bermakna.
Ketua IGRA NTB Suzana menjelaskan, kurikulum berbasis cinta bertujuan menanamkan kasih sayang, kepedulian, dan kebaikan di setiap pembelajaran.
“Guru RA tidak hanya mengajarkan materi kognitif, tetapi juga membentuk karakter, empati, dan nilai-nilai luhur sejak dini,” ujarnya, Jumat (15/8).
Dalam pelatihan ini, guru-guru RA dibekali konsep deep learning, bukan dalam konteks teknologi kecerdasan buatan.
Melainkan strategi pembelajaran yang menyentuh hati dan pikiran anak.
“Tujuannya agar anak tidak hanya menghafal, tetapi memahami dan menghayati nilai yang diajarkan,” terang Suzana.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini membutuhkan inovasi metode.
Dengan kurikulum berbasis cinta, guru RA di NTB diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang penuh kasih, menyenangkan, dan membangun pondasi karakter.
Baca Juga: KEREN.. Ada Nuansa Pesantren di SMPN 21 Mataram
“Harapan kami kompetensi guru RA terus meningkat sehingga pendidikan RA di NTB makin maju, relevan dengan zaman dan mampu mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia,” pungkas Suzana.(*)
Editor : Prihadi Zoldic