LombokPost - Upaya menjaga ekosistem pesisir NTB terus diperkuat. Lanal Mataram, Universitas Mataram (Unram), dan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW) resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelestarian dan pengembangan sumber daya pesisir NTB.
Penandatanganan MoU berlangsung Sabtu lalu (23/8) dan menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan pesisir melalui sinergi antara akademisi, militer, dan organisasi masyarakat.
Fokus utama kerja sama ini adalah konservasi mangrove NTB. Sekaligus pengembangan potensi sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan masyarakat pesisir.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unram Prof. Sukardi menyebutkan, MoU ini membuka ruang kerja sama luas.
“Kolaborasi meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Kedepan juga bisa diperluas sesuai kebutuhan,” ujar Prof. Sukardi.
Komandan Lanal Mataram Kolonel Marinir Achmad Hadi Alhasny menegaskan, bahwa program pelestarian mangrove menjadi bagian dari peringatan HUT TNI.
“Mangrove berfungsi sebagai sabuk hijau yang melindungi garis pantai, terutama wilayah terluar Indonesia. Sekaligus bagian dari strategi pertahanan maritim,” tegas Hadi Alhasny.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum PB NW Maulana Syaikh Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.
Ia menilai pelestarian mangrove di NTB sangat penting, bukan hanya untuk masyarakat pesisir, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan.
“Warga NW siap mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis pesisir,” ujar TGH Atsani.
Dengan MoU ini, Lanal Mataram, Unram, dan PB NW optimis sinergi yang terjalin mampu menjaga kelestarian ekosistem pesisir NTB sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelestarian mangrove NTB pun diharapkan menjadi gerakan bersama yang terus berkembang. (*)
Editor : Pujo Nugroho