LombokPost- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB kembali membuka sejumlah jurusan atau kompetensi keahlian (KK) di SMK negeri yang sebelumnya ditutup.
Langkah ini diambil untuk menekan angka putus sekolah sekaligus memenuhi kebutuhan guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).
Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB Supriadi mengatakan, banyak guru honorer yang lolos PPPK tidak memiliki jam mengajar setelah jurusan ditutup.
Dengan dibukanya kembali jurusan SMK, para guru tersebut bisa kembali aktif memenuhi kewajiban mengajar.
“Ini yang kita fasilitasi sekarang,” ujar Supriadi.
Dampak penutupan jurusan sebelumnya sangat terasa. Jumlah siswa yang mendaftar ke SMK menurun drastis, bahkan di beberapa sekolah hanya separuh dari tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini juga memengaruhi pembiayaan operasional, terutama saat pelaksanaan praktik. Namun, saat jurusan SMK dibuka kembali, jumlah pendaftar meningkat signifikan.
“Ada sekolah yang jumlah siswanya naik dua kali lipat setelah jurusan dibuka lagi,” beber Supriadi.
Menurutnya, kebijakan membuka kembali jurusan SMK juga mengurangi beban SMA negeri di Kota Mataram.
Selama ini, SMA favorit penuh sesak karena pendaftar terlalu banyak, sementara SMK kekurangan siswa. Dengan pembukaan jurusan, distribusi siswa menjadi lebih seimbang.
Lebih jauh dijelaskan, pembukaan jurusan SMK yang relevan dengan dunia kerja juga memberi peluang wirausaha bagi lulusan.
Misalnya, jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) memungkinkan siswa tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga membuka usaha bengkel sendiri.
“Dengan modal kompresor, lulusan bisa membuka lapangan kerja baru,” tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam