Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi, Akademisi UTS Laksanakan PKM Peternak Kerbau di Desa Batu Tering

Yuyun Kutari • Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Sejumlah peternak kerbau diajarkan proses pembuatan pakan ternak oleh Tim PKM UTS, di Balai Desa Batu Tering, Kabupaten Sumbawa, pada Rabu (27/8).
Sejumlah peternak kerbau diajarkan proses pembuatan pakan ternak oleh Tim PKM UTS, di Balai Desa Batu Tering, Kabupaten Sumbawa, pada Rabu (27/8).

LombokPost - Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) peternak kerbau di Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan yang terpusat di Balai Desa Batu Tering, pada Rabu (27/8), merupakan puncak dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh hibah kompetitif Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun anggaran 2025.

Ketua Tim PKM UTS, Yuliadi menjelaskan program ini bertujuan menerjemahkan hasil riset perguruan tinggi menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.

“Program strategis ini dirancang untuk mengubah praktik peternakan tradisional menjadi sistem yang modern, efisien, dan berkelanjutan dengan pendekatan zero waste,” jelasnya, Kamis (28/8).

Kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Ternak Liang Bukal, pemuda Karang Taruna Sampar Patonang, serta mahasiswa lintas disiplin.

Para peserta mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk menciptakan kemandirian peternak, mulai dari penyediaan pakan berkualitas sepanjang tahun hingga pemanfaatan energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga.

Adapun kegiatan pelatihan peternak berkelanjutan, difokuskan pada empat materi utama yang saling mendukung, ada Manajemen Pemeliharaan Ruminansia Modern, materi disampaikan Imam Munandar.

Di sesi ini membahas pengelolaan kandang, kontrol penyakit, dan pencatatan ternak untuk meningkatkan produktivitas.

Selain itu, ia juga menyampaikan materi perihal Sistem Zero Waste Biogas dan Kompos.

Imam memandu peserta dalam praktik mengolah limbah ternak menjadi biogas untuk bahan bakar dan pupuk organik, menciptakan siklus ekonomi sirkular di tingkat peternakan.

Berikutnya, Ilmu Nutrisi Pakan Terapan disampaikan Luluh Anggriani, mengajarkan analisis kandungan gizi pakan lokal dan peracikan ransum seimbang guna mempercepat pertambahan bobot badan ternak.

Kemudian, Luluh juga memaparkan materi terkait Teknologi Fermentasi Pakan, memperkenalkan teknik fermentasi jerami dan bahan lokal lainnya untuk mengatasi kelangkaan hijauan saat musim kemarau.

“Ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami sebagai insan akademis kepada masyarakat. Inovasi yang dibawa bukan lagi sebatas teori, tapi teknologi yang telah diuji dan dikembangkan di lingkungan akademis UTS,” tutur Yuliadi.

Sebagai penutup, UTS menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada tim PKM Luluh Anggriani dan Koko Hermanto, serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kemenristekdikti yang telah memberikan kepercayaan dan pendanaan untuk pelaksanaan program ini.

Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Tering Zainudin Maladi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari pemerintah desa atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim UTS dan Kemendikbudristek. Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan peternakan desa kami. Pemerintah desa berkomitmen mengawal keberlanjutan program ini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Ternak Liang Bukal Subhanuddin yang mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.

“Baru kali ini kami mendapatkan ilmu selengkap ini. Teknologi fermentasi pakan dan biogas dari kotoran ternak seperti mimpi yang jadi kenyataan. Ini bukan hanya membantu ekonomi, tapi juga mengangkat martabat kami sebagai peternak,” ujarnya.

Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal kebangkitan sektor peternakan di Desa Batu Tering.

Lebih dari itu, program ini menjadi model percontohan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kedaulatan pangan dan energi dari tingkat desa.

Editor : Kimda Farida
#Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat #Sumbawa #peternak #kemenristekdikti #pakan ternak #Universitas Teknologi Sumbawa