LombokPost – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) kembali menyelenggarakan program tahunan BEM KM Untuk Negeri 2025.
Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan mengusung tema “Empowering Communities Through Care and Knowledge”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 9–10 Agustus 2025.
Desa Bilok Petung yang terletak di kawasan pegunungan Sembalun dengan akses perjalanan yang cukup menantang, menjadi lokasi utama program BEM KM Untuk Negeri tahun ini.
Masyarakat setempat mendapatkan edukasi kesehatan serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis, yang sangat bermanfaat mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah pegunungan tersebut.
Baca Juga: Unram dan Pemkab Sumbawa Inisiasi Pengembangan Rusa di Pulau Moyo
Pada hari pertama (9/8), mahasiswa FKIK Unram memberikan edukasi kesehatan mengenai 3R & 3M bagi siswa SDN 1 Bilok Petung kelas 4–6, yang disampaikan oleh Ni Kadek Ayu Ananda Putri Pertiwi dan Nasywa Cettasyafiq.
Materi yang disampaikan menekankan tentang pentingnya 3R & 3M. 3R berarti Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce artinya mengurangi sampah, misalnya dengan membawa botol minum sendiri agar tidak menambah plastik sekali pakai.
Reuse artinya menggunakan kembali barang yang masih bisa dipakai, sedangkan Recycle adalah mendaur ulang sampah agar menjadi barang baru yang bermanfaat. Sementara itu, 3M adalah langkah untuk mencegah nyamuk penyebab demam berdarah.
Baca Juga: Lanal Mataram, Unram, dan PB NW Bersatu Jaga Mangrove dan Pesisir NTB
Caranya dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air agar nyamuk tidak bisa bertelur, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan. Dengan membiasakan 3R & 3M, kita ikut menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melindungi diri dari penyakit. Selanjutnya, dilakukan juga penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) di Pustu Bilok Petung sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan tanaman tradisional untuk mendukung kesehatan keluarga.
Acara hari pertama ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SDN 1 Bilok Petung bapak Hj. Naswan, S.Pd, Sekretaris Desa Bilok Petung Bapak Riwasim serta Wakil Ketua Pelaksana Satria Restu Pramudia yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Kemudian pada hari kedua (10/8), program berlanjut dengan penyuluhan kesehatan untuk masyarakat dewasa yang dipaparkan oleh dr. Lalu Rifal Hadi Anugrah mengenai Pola Makan Sehat.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran antropometri (tinggi badan), tekanan darah, pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol, dan asam urat.
Warga setempat juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter umum, yaitu dr. Muhammad Faeyza Arifin Putra, dr. Muhammad Ammar Rusydi, dan dr. Lalu Rifal Hadi Anugrah. Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan pelayanan kefarmasian oleh apt. Fitri Ariani, S.Farm. dan apt. Fajri Ramdhan, S.Farm.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari Dr. dr. Rifana Cholidah, M.Sc., Wakil Ketua Pelaksana Danda Ananda, serta Kepala Desa Bilok Petung Rusdi, S.Pd yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa FKIK Unram dalam meningkatkan kesehatan masyarakat desa.
Kegiatan BEM KM Untuk Negeri 2025 ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mengedepankan edukasi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaat yang diberikan dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
Wakil Ketua Panitia BEM KM Untuk Negeri 2025, Satria Restu Pramudia, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Melalui kegiatan pengabdian ini, kami berharap warga Desa Bilok Petung semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan serta mampu memanfaatkan potensi lokal, seperti TOGA, untuk mendukung kesejahteraan keluarga. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi kontribusi nyata mahasiswa FKIK Unram dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Aksi Nyata, Dampak Bermakna
Editor : Akbar Sirinawa