LombokPost- SMPN 22 Mataram mengambil langkah proaktif melestarikan budaya lokal dengan mengembangkan ekstrakurikuler (ekskul) Gendang Beleq.
Ekskul ini sekaligus menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam kesenian tradisional Suku Sasak yang menjadi identitas kebudayaan Lombok.
Komitmen SMPN 22 Mataram dalam menjaga warisan budaya lokal diwujudkan melalui pengembangan ekskul satu ini.
Program ini tidak hanya untuk melestarikan budaya Sasak. Tetapi juga menjadi wadah bagi siswa dalam mengembangkan minat, bakat, dan kecintaan terhadap seni tradisional Lombok.
Kepala SMPN 22 Mataram Nasrullah menuturkan, pengembangan ekskul ini adalah bagian dari upaya sekolah memberikan pendidikan yang seimbang.
“Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas pada bidang akademik saja. Tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya mereka sendiri. Gendang Beleq adalah salah satu cara menanamkan nilai luhur budaya Sasak,” jelas Nasrullah.
Selain itu lanjutnya, keberadaan ekskul ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon siswa.
Jumlah siswa di SMPN 22 Mataram terus meningkat dari tahun ke tahun, dan salah satu faktor penunjangnya adalah adanya program seni budaya seperti Gendang Beleq.
Sejak dibukanya ekskul Gendang Beleq mendapat sambutan positif.Para siswa terlihat antusias mempelajari teknik memainkan alat musik tradisional seperti gendang, petuk, seruling, hingga gong.
“Ekskul Gendang Beleq sangat menyenangkan. Siswa bisa belajar musik sekaligus mengenal lebih dekat budaya Lombok. Semoga ekskul ini terus berkembang,” imbuh Nasrullah.
Ia berharap melalui ekskul Gendang Beleq ini dapat melahirkan generasi muda yang peduli dan bangga terhadap budaya Sasak.
Editor : Siti Aeny Maryam