LombokPost-Jam belajar SMA/SMK di NTB resmi diundur menjadi pukul 10.00–17.00 Wita mulai besok (1/9). Kebijakan ini sesuai arahan Gubernur NTB dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.
Berubahnya jam belajar tersebut sebagai antisipasi pemprov NTB terkait potensi demonstrasi susulan pascaaksi di Gedung DPRD NTB pada Sabtu lalu (30/8).
Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB Supriadi menjelaskan, perubahan jam belajar SMA/SMK di NTB diputuskan dalam rapat virtual pada 31 Agustus. Selain KBM, siswa juga diarahkan mengikuti doa untuk negeri dan muhasabah bersama dengan tagline “NTB Menolak Kekerasan”.
Menurut Supriadi, kehadiran siswa akan dipantau secara ketat melalui absensi masuk dan pulang.
“Siswa yang tidak masuk tanpa keterangan jelas akan menjadi perhatian khusus,” tegas Supriadi.
Ia menegaskan, perubahan jam belajar SMA/SMK di NTB hanya sementara sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Supriadi juga menyinggung adanya pelajar yang diduga ikut aksi.
“Dalam demonstrasi kemarin terlihat ada yang mengenakan seragam pramuka. Apakah mereka anak SMA/SMK atau SMP, kita belum tahu karena seragam SMP sekarang juga celananya panjang,” jelasnya.
Ia meminta kerja sama orang tua untuk mengawasi anaknya agar tidak ikut terlibat aksi.
Guru juga diminta meningkatkan pengawasan selama jam belajar SMA/SMK di NTB berlangsung.
“Siswa harus tetap berada di lingkungan sekolah saat pembelajaran. Keamanan dan kenyamanan sekolah adalah prioritas utama,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam