LombokPost- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB menyoroti sikap PGRI Kota Mataram yang dinilai kurang peduli terhadap siswa terdampak banjir awal Juli lalu.
Padahal, banjir tersebut merusak fasilitas sekolah sekaligus rumah siswa di sekitar aliran sungai.
Bendahara PGRI NTB Daliyem mengatakan, seharusnya PGRI Kota Mataram tidak tinggal diam ketika bencana melanda daerahnya sendiri.
Menurutnya, saat ada musibah seperti banjir Mataram, organisasi guru mestinya ikut berpartisipasi memberikan bantuan.
“Giliran mau antar bantuan baru mau ikut, tapi saat diminta donasi bantuan tidak ada sama sekali,” sindirnya.
Ia mencontohkan kepedulian PGRI Lombok Timur yang sudah menyalurkan bantuan hingga ratusan juta rupiah bagi siswa terdampak banjir Mataram.
“Kepedulian PGRI Lombok Timur harusnya jadi contoh. Mereka langsung bergerak membantu siswa,” cetusnya.
Menurut Daliyem, tidak adanya partisipasi PGRI Kota Mataram dalam menyalurkan bantuan cukup disayangkan. Padahal, sejumlah sekolah dan siswa jelas terdampak banjir.
“Kalau sekolah-sekolah masih ada yang turun menyalurkan bantuan, tapi dari PGRI Kota Mataram tidak ada,” tutupnya.
Dengan sorotan ini, diharapkan ke depan PGRI Kota Mataram bisa lebih sigap menunjukkan gerakan kemanusiaan, terutama ketika bencana seperti banjir.(*)
Editor : Prihadi Zoldic