LombokPost- Kabar menggembirakan datang bagi para Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram. Setelah sempat tertunda sejak April lalu, Tambahan Penghasilan (Tamsil) PTT dan GTT Kota Mataram akhirnya cair.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf memastikan, bahwa Tamsil GTT dan PTT sudah masuk ke rekening penerima sejak dua hari terakhir.
Ia mengatakan, keterlambatan pencairan Tamsil PTT dan GTT Kota Mataram terjadi karena sejumlah rekening penerima tidak aktif akibat saldo yang kosong.
“Banyak rekening penerima Tamsil kosong, sehingga otomatis ditutup oleh pihak bank. Kalau rekening sudah tidak aktif, pencairan otomatis tertunda,” jelas Yusuf.
Ia pun mengingatkan seluruh penerima Tamsil GTT dan PTT agar tidak membiarkan rekeningnya kosong. “Kalau saldo nol, rekening bisa nonaktif. Jadi mohon selalu diaktifkan agar proses transfer Tamsil berjalan lancar,” imbau Yusuf.
Menurutnya, sistem pencairan Tamsil GTT dan PTT Kota Mataram dilakukan serentak, bukan satu per satu. Karena itu, bila ada rekening bermasalah, bisa memengaruhi keterlambatan pencairan secara keseluruhan.
Dengan pencairan ini, Yusuf berharap kesejahteraan GTT dan PTT semakin meningkat. Ia kembali mengingatkan agar para penerima segera mengecek rekening masing-masing karena Tamsil GTT dan PTT Kota Mataram sudah dicairkan.
“Sudah masuk ke rekening, tinggal dicek saja,” tandas Yusuf.
Sementara itu, Staf Bidang Umum dan Kepegawaian Disdik Kota Mataram Sugeng Febrianto menambahkan, keterlambatan pencairan Tamsil GTT dan PTT juga disebabkan adanya pembaruan data penerima. Beberapa guru dan pegawai yang sebelumnya masih berstatus GTT dan PTT kini telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Uangnya sudah tersedia, tapi kami harus memperbarui data agar tidak salah sasaran. Ada sebagian penerima Tamsil yang kini sudah berstatus PPPK,” ujar Sugeng.
Adapun besaran Tamsil GTT dan PTT Kota Mataram bervariasi, mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp750 ribu per bulan. Kali ini, pembayaran dilakukan sekaligus untuk enam bulan atau dua triwulan.
Editor : Siti Aeny Maryam