Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kolaborasi Unram dan Konservasi Indonesia Pulihkan Harapan Petani Rumput Laut Sumba Timur

Ali Rojai • Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:55 WIB
Tim Riset Unram Dr. Eka S. Prasedya (paling kiri) kolaborasi dengan Konservasi Indonesia, dan BUMDes Manandang Kaliuda menunjukkan hasil budidaya rumput laut di Lendunga, Sumba Timur.
Tim Riset Unram Dr. Eka S. Prasedya (paling kiri) kolaborasi dengan Konservasi Indonesia, dan BUMDes Manandang Kaliuda menunjukkan hasil budidaya rumput laut di Lendunga, Sumba Timur.

LombokPost- Harapan baru tumbuh bagi petani rumput laut Sumba Timur setelah lebih dari 15 tahun berjuang menghadapi turunnya kualitas bibit. Kini, berkat kolaborasi antara Universitas Mataram (Unram), Konservasi Indonesia, dan BUMDes Manandang Kaliuda, masyarakat pesisir di Desa Kaliuda mulai menikmati hasil nyata dari budidaya rumput laut berkelanjutan.

Inisiatif yang dimulai awal 2025 ini berhasil menghadirkan kebangkitan ekonomi pesisir lewat panen enam ton bibit rumput laut unggul. Upaya ini menjadi tonggak baru bagi petani yang selama ini kesulitan mendapatkan bibit berkualitas.

Kolaborasi Unram dan Konservasi Indonesia difokuskan di kebun uji coba Lendunga, Sumba Timur. Tim riset Unram dibawah koordinasi Dr. Eka S. Prasedya, peneliti utama proyek GlobalSeaweed-PROTECT yang didukung UK Research and Innovation (UKRI), membawa 80 kilogram bibit unggul dari Lombok.

Bibit itu kini berkembang menjadi 1,8 ton bibit sehat dari empat strain potensial, Kappaphycus striatus (Sacol), Kappaphycus striatus (Payaka), Cottoni Lokal, dan SP1 yang masih dalam tahap identifikasi.

“Pendampingan ini tidak berhenti pada penyediaan bibit. Kami juga melatih petani dalam biosekuriti dan sistem pembibitan berkelanjutan, supaya mereka mandiri dan mampu menjaga kualitas genetik rumput laut,” jelas Dr. Eka.

Sementara itu, Fitri Hasibuan, Vice President Program Konservasi Indonesia menyebutkan, keberhasilan di Kaliuda sebagai bukti kekuatan kolaborasi lintas sektor. Melalui dukungan Global Fund for Coral Reefs (GFCR) lewat program TeKSI, model pembibitan ini tidak hanya meningkatkan hasil, tetapi juga menjaga ekosistem terumbu karang di pesisir Sumba Timur.

“Dengan kerja sama bersama Unram, kita bisa menghasilkan bibit rumput laut yang stabil sepanjang tahun, sekaligus menjaga kesehatan laut,” ujar Fitri.

Kepala Dinas Perikanan Sumba Timur Markus Windi mengapresiasi langkah BUMDes Kaliuda yang berhasil menjadikan pembibitan sebagai tulang punggung ekonomi desa.

“BUMDes Manandang telah membuktikan bahwa usaha pembibitan bisa menopang ekonomi sekaligus melestarikan laut,” kata Markus.

Ketua BUMDes Christiani Valentine Salean menuturkan, perubahan besar yang dirasakan petani.

“Dulu kami kesulitan mendapatkan bibit. Sekarang, dari enam ton hasil panen, sebagian bisa dijual. Ini langkah besar menuju kemandirian,” ucap Christiani.

Masyarakat pesisir di Desa Kaliuda, Sumba Timur membersihkan rumput laut hasil  kolaborasi Unram dan Konservasi Indonesia.
Masyarakat pesisir di Desa Kaliuda, Sumba Timur membersihkan rumput laut hasil kolaborasi Unram dan Konservasi Indonesia.

Keberhasilan Unram, Konservasi Indonesia, dan BUMDes Kaliuda menjadi bukti nyata bahwa inovasi sains dan gotong royong bisa memulihkan harapan petani rumput laut Sumba Timur. Dengan model budidaya berkelanjutan, masyarakat pesisir kini menatap masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.(*)

Editor : Kimda Farida
#budidaya #Unram #Universitas Mataram #masyarakat pesisir #Sumba Timur #rumput laut #Konservasi Indonesia #UKRI 2025 #petani rumput laut