LombokPost - Sebanyak 438 siswa MAN 2 Mataram mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, Senin (3/11).
Sebelum pelaksanaan, madrasah di Jalan Pendidikan, Mataram ini telah mematangkan berbagai persiapan teknis dan administrasi agar pelaksanaan TKA berjalan lancar.
“Semua sudah disiapkan sejak awal, mulai dari pendataan, sarana prasarana, hingga ruang ujian. Kami menyediakan tiga ruang ujian dengan kapasitas maksimal 25 orang,” kata Waka Kurikulum MAN 2 Mataram Lalu Ahmad Fahruddin, Senin lalu (3/11).
Pelaksanaan TKA MAN 2 Mataram dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 07.30–10.30 Wita, sesi kedua pukul 10.30–13.30 Wita, dan sesi ketiga pukul 13.30–15.30 Wita. Seluruh siswa kelas XII wajib mengikuti ujian berbasis pusat tersebut.
Untuk menjaga objektivitas, pengawasan dilakukan dengan sistem silang. Setiap ruang ujian diawasi pengawas, proktor, dan tenaga teknis sesuai SOP yang berlaku.
“Semua siswa wajib ikut TKA, terlepas akan digunakan untuk masuk perguruan tinggi atau tidak. Soal dan hasilnya murni dari pusat,” jelas Fahruddin.
Ia menegaskan, TKA menjadi tolok ukur kemampuan akademik siswa sekaligus bahan evaluasi bagi madrasah.
“Kami bisa tahu sejauh mana pemahaman anak-anak terhadap konsep dan literasi. Jadi ini penting dan positif, jangan ditolak karena tujuannya baik,” ujar Fahruddin.
Menurutnya, TKA tidak hanya menilai hafalan, tetapi juga kemampuan analisis dan pemahaman konsep.
“Kalau hanya lulus tanpa bekal akademik kuat, nanti di kampus akan kesulitan. Jadi TKA MAN 2 Mataram ini penting sebagai dasar kesiapan mereka,” tambah Fahruddin.
Sementara itu, Sekretaris TKA MAN 2 Mataram Asri Hidayati mengatakan, seluruh perangkat pendukung sudah dipersiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan.
“Komputer sudah diperbarui, ada sekitar 20 unit terbaru. Kelistrikan juga sudah disesuaikan agar tidak ada kendala daya,” kata Asri.
Persiapan TKA juga mencakup pembinaan mental siswa selama dua bulan.
“Kami latih anak-anak dari jam pertama sampai jam keempat. Untuk mata pelajaran pilihan, diterapkan sistem moving class agar efektif,” ujar Asri.
Menurutnya, tantangan utama dalam persiapan TKA 2025 adalah mengatur jadwal agar tidak bentrok antar-kelas.
“Kami ingin semua berjalan lancar, baik dari sisi teknis maupun kesiapan siswa. Semua sudah beres sejak Sabtu lalu,” pungkasnya.(*)
Editor : Pujo Nugroho