LombokPost- Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jannah NWDI Ampenan kembali melaksanakan program Belajar di Alam (BDA), kegiatan pembelajaran di luar kelas yang rutin digelar setiap tiga bulan.
Tahun ini, kegiatan berlangsung di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, dan dilanjutkan ke Pantai Kuta Mandalika.
Program BDA diikuti seluruh siswa dan guru dengan tujuan memperluas wawasan peserta didik melalui pembelajaran langsung di lapangan.
Kegiatan ini juga menanamkan nilai kearifan lokal, kepedulian lingkungan, dan budaya Sasak yang sarat makna.
Wakil Kepala MA Nurul Jannah NWDI Ampenan Bidang Kesiswaan Moh. Ramli mengatakan, kegiatan BDA merupakan inovasi pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar dari buku, tapi juga memahami nilai-nilai budaya Sasak. Dengan begitu, mereka mampu menghargai warisan budaya daerah dan memiliki karakter yang berakhlak serta berwawasan luas,” ujar Ramli.
Rangkaian BDA diawali dengan sosialisasi ramah perempuan di Masjid Belek, Desa Sade, bekerja sama dengan mahasiswa UIN Mataram melalui program Pengenalan Lapangan (PPL).
Dalam sesi tersebut, para siswa diajak berdiskusi tentang pentingnya menghormati peran perempuan dalam kehidupan sosial, keluarga, dan pendidikan.
Materi juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang aman, setara, dan saling menghargai.
Usai sosialisasi, para siswa berkeliling Desa Adat Sade untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Sasak.
Mereka mempelajari struktur rumah tradisional, proses menenun kain khas, serta tradisi sosial yang masih terjaga di tengah arus modernisasi.
Baca Juga: Tiga Siswa MAN 2 Mataram Wakili NTB di Popnas 2025, Bidik Medali dari Panahan dan Menembak
Fazila, salah satu siswa, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami bisa belajar langsung tentang budaya Sasak dan pentingnya menghormati perempuan. Belajarnya seru dan tidak membosankan,” katanya.
Editor : Kimda Farida