LombokPost- Menjelang merger Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) pada 2026, Dikbud NTB terus mematangkan berbagai langkah persiapan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Pemprov NTB yang akan mulai diberlakukan tahun depan.
Sekretaris Dikbud NTB Arifin menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menyusun sejumlah dokumen penting, mulai dari Rencana Strategis (Renstra) hingga Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Dokumen tersebut disusun agar proses penggabungan Dikbud dan Dispora NTB bisa berjalan mulus sesuai arah pembangunan daerah.
“Kami menindaklanjuti arahan pemerintah melalui Pergub SOTK dengan menyusun Renstra sesuai RPJMD yang sudah ada,” ujar Arifin.
Menurut Arifin, penggabungan Dikbud dengan Dispora membutuhkan perencanaan matang.
Kedua instansi harus duduk bersama untuk menyelaraskan visi dan strategi kerja.
“Kami harus menyatukan Renstra agar program kolaborasi nanti berjalan efektif,” jelas Arifin.
Tak hanya penggabungan, SOTK Pemprov NTB juga menetapkan bahwa Bidang Kebudayaan yang saat ini berada dibawah Dikbud akan berdiri sebagai dinas tersendiri.
“Bidang Kebudayaan nanti menjadi dinas baru. Kami siapkan draf dari nol hingga Renstra-nya,” tandas Arifin.
Editor : Siti Aeny Maryam