LombokPost - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BEM Berdampak Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), membantu kelompok tani karya mekar dan kelompok ternak ceriah, di Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, dalam mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Ketua Tim PKM BEM Berdampak UMMAT Muanah mengatakan limbah tani dan ternak memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Salah satunya limbah Jerami yang sangat melimpah, selama ini hanya mampu terserap dalam jumlah yang sangat sedikit sebagai pakan ternak sapi,” terangnya.
Begitu juga dengan limbah dari ternak sapi yang dihasilkan selama ini, dibuang begitu saja sehingga memiliki potensi mencemari lingkungan. Untuk mendapat solusi tepat atas persoalan tersebut, Muanah dan dua anggota Tim PKM BEM Berdampak UMMAT, Hj Marianah selaku dosen Fakultas Pertanian (Faperta) dan Ahadiah Agustina selaku dosen Ekonomi Syariah UMMAT, melakukan pendampingan langsung pada masyarakat dengan menanyakan permasalahan yang dihadapi oleh kedua kelompok tersebut.
Timnya mendapatkan pengakuan, bahwa mereka mengalamai beberapa kendala, dimana kelompok ternak belum mampu mengelola limbah hijau pertanian dan menghadapi permasalahan kelangkaan pupuk kimia.
Sedangkan kelompok ternak, dengan permasalahan volume limbah ternak tinggi yang selama ini hanya ditumpuk dan dibuang begitu saja, Dimana hal ini Hal ini mengakibatkan terjadinya polusi udara dan masalah kesehatan bagi ternak dan masyarakat sekitar.
Maka setelah mendengarkan uraian permasalahan tersebut, Tim PKM BEM Berdampak UMMAT, menawarkan solusi yaitu pengolahan limbah pertanian menjadi akan fermentasi dan limbah ternak menjadi energi alternatig (biogas) dan pupuk organik, serta pendampingan manajemen usaha yaitu pemasaran dan pencatatan keuangan berbasis digital.
Muanah mengatakan pendampingan kemudian dilakukan, sejak 15 September – 5 November, dengan menerapkan teknologi tepat guna (TTG), menghadirkan mesin pencacah limbah pertanian, mesin pencacahan kompos, digester model fixed doome berukuran 4 meter kubik.
“TTG yang diterapkan ini, untuk mendukungm, dan pengolahan limbah seperti ini dianggap sangat efektif,” jelasnya.
Biogas yang dihasilkan bisa kembangkan untuk mendukung usaha pengolahan hasil pertanian, dan pupuk organik selain untuk menjadi solusi atas kelangkaan pupuk kimiam, juga bisa dikemas dan dijual, serta pakan fermentasi dianggap memiliki peluang besar untuk dijadikan sumber perekonomian kelompok.
Terlebih, produk ini langka dan merupakan usaha baru yang bernilai ekonomi, mampu menjadi solusi kelangkaan pakan pada musim kemarau.
“Dengan adanya TTG ini, membuktikan bahwa kelompok tani karya mekar dan kelompok ternak ceriah, mampu pada pengolahan limbah ternak dan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi,” pungkasnya.
Wakil Rektor III UMMAT Dr Erwin mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI Tahun 2025, telah memberikan anggaran kepada tim PKM BEM Berdampak UMMAT, sehingga penelitian yang dilakukan bisa menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Saya juga ucapan terima kasih kepada tim dosen dan mahasiswa BEM UMMAT yang terlibat, mudah-mudahan hasil penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua Kelompok Tani Karya Mekar Andri Atmasari dan dan Kekompok Ternak Ceriah bernama Mahrim mengungkapkan apresiasi kepada Tim PKM BEM Berdampak UMMAT, karena turut membantu mengatasi solusi yang dihadapi kelompoknya selama ini.
“Kami awalnya kebingungan, bagaimana caranya supaya limbah yang melimpah di Desa kami dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi, Namun saat ini kami sudah ada jawabanya, terima kasih UMMAT,” kata Andri.
Editor : Marthadi