LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pembelajaran Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), pekan lalu.
Kegiatan ini diikuti 100 guru yang terdiri dari 75 guru Penjaskes serta 25 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari jenjang SD dan SMP se-Kota Mataram. Bimtek dibuka Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf didampingi Sekretaris Disdik Naufal Aldian.
Hadir sebagai narasumber Kepala BNN Kota Mataram Kombes Pol Yuanita Amelia Sari, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi, Psikolog Anak Rizka Amalia, serta Kasatgaswil NTB Densus 88 AT Polri.
Dalam sambutannya, Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf menegaskan pentingnya peran guru dalam pencegahan narkoba di lingkungan sekolah.
“Guru memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter. Karena itu, mereka perlu memahami bahaya dan langkah pencegahan penyalahgunaan Napza agar bisa melindungi siswa dari ancaman narkoba,” ujar Yusuf.
Menurutnya, ancaman narkoba di kalangan pelajar semakin nyata dan harus diantisipasi dengan edukasi sejak dini.
Program seperti ini menjadi bagian dari strategi pemerintah Kota Mataram dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan bebas narkoba menuju Indonesia Emas 2045.
“Guru harus menjadi teladan. Jangan sampai justru ada guru yang terjerat penyalahgunaan narkoba. Ini tanggung jawab moral dan sosial bagi seluruh pendidik,” tegas Yusuf.
Kepala BNN Kota Mataram Kombes Pol Yuanita Amelia Sari menambahkan, pendidikan anti narkoba di sekolah harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, terutama antara Disdik, BNN, dan lembaga perlindungan anak.
Dengan kegiatan ini, diharapkan seluruh guru Penjaskes dan PAI di Kota Mataram bisa menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan. Sekaligus membantu menciptakan sekolah bersih narkoba (Bersinar).(*)
Editor : Redaksi Lombok Post