LombokPost- Penurunan jumlah siswa baru di sejumlah sekolah negeri menjadi sorotan DPRD Kota Mataram. Penurunan ini mengemuka dalam Rembuk Pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan (DPM) Kota Mataram.
Fenomena tersebut dianggap sebagai tanda penting yang perlu dicermati serius. DPRD menegaskan penurunan siswa baru harus menjadi alarm bagi Pemkot untuk membenahi pendidikan secara menyeluruh.
Ketua DPRD Kota Mataram Abdul Malik menilai penurunan jumlah siswa baru tidak boleh dipandang sebagai masalah kecil. Penurunan siswa baru, menurutnya, menunjukkan persoalan yang harus ditangani cepat dan terstruktur.
“Penurunan siswa baru ini menjadi petunjuk penting untuk membenahi dunia pendidikan. Pemerintah harus menyiapkan solusi jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang,” tegas Malik.
Data lapangan menunjukkan tren penurunan siswa baru semakin memprihatinkan. Penurunan terjadi hampir setiap tahun di sejumlah sekolah. SDN 12 Mataram menjadi contoh ekstrem karena hanya menerima tujuh siswa pada SPMB terakhir.
SMPN 18 Mataram juga mengalami hal serupa, dengan total siswa dari kelas VII hingga IX hanya sekitar 30 orang. Kondisi ini menegaskan penurunan siswa baru terus berulang dari tahun ke tahun.
Malik meminta Pemkot Mataram tidak hanya berhenti pada pembacaan statistik. Pemkot diminta menelusuri penyebab mendasar mulai dari demografi anak usia sekolah, pilihan orang tua yang beralih ke sekolah lain, hingga kualitas layanan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa penurunan siswa baru harus dianalisis menyeluruh agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.
Malik berharap Pemkot Mataram tidak mengambil langkah tambal sulam. Penurunan siswa baru harus dihadapi dengan kebijakan komprehensif demi menjaga keberlangsungan sekolah negeri di Kota Mataram.
“Kualitas pendidikan harus terjamin agar sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkas Malik.(*)
Editor : Siti Aeny Maryam