LombokPost- PGRI Kota Mataram mendorong Pemkot Mataram agar mengutamakan guru berpengalaman dan memiliki kemampuan manajerial untuk mengisi sekolah yang lowong.
Dorongan PGRI Kota Mataram ini muncul setelah terbitnya regulasi baru terkait penugasan kepala sekolah.
Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto mengatakan, guru yang telah lama berpengalaman di sekolah, terutama yang pernah menjadi wakil kepala sekolah dinilai layak dan siap mengisi sekolah yang lowong. Menurutnya, loyalitas dan kapasitas manajerial menjadi faktor penting bagi calon kepala sekolah.
“Selain pengalaman, kepala sekolah harus punya loyalitas dalam memajukan sekolah,” tegas Imam.
Ia menyambut baik kebijakan Kemendikdasmen menerbitkan Permen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Aturan baru tersebut menegaskan bahwa Guru Penggerak tidak lagi menjadi syarat wajib bagi guru yang ingin menduduki jabatan kepala sekolah.
“Dengan aturan baru ini, semua guru memiliki kesempatan menjadi kepala sekolah,” ujar Imam.
Untuk mengisi sekolah yang lowong, PGRI Kota Mataram mengusulkan agar guru yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah dengan rekam jejak kompetensi manajerial mendapatkan prioritas. Mereka dinilai telah terbiasa mendampingi kepala sekolah dalam urusan kurikulum, kesiswaan, hingga hubungan masyarakat.
“Selain itu, kepala sekolah harus memiliki kompetensi yang memadai,” lanjut Imam.
Ia tidak menampik Guru Penggerak umumnya lebih unggul di bidang teknologi informasi. Namun, dari sisi pengalaman memimpin dan kemampuan manajerial, guru non-penggerak juga terbukti kompeten.
“Mereka punya pengalaman panjang dan loyalitas yang sangat kuat terhadap sekolah. Ini yang dibutuhkan untuk menjadi kepala sekolah,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam