Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PISN 2025 Digitalisasi 50 Motif Anyaman Bambu Lendang Randu, Warisan Sasak Siap Masuk Ekonomi Kreatif

Ali Rojai • Kamis, 20 November 2025 | 16:31 WIB
Dosen UNU NTB dan Universitas Hamzanwadi sosialisasi digitalisasi motif anyaman bambu Lendang Randu untuk melestarikan warisan budaya Sasak sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Desa Beber, Loteng.
Dosen UNU NTB dan Universitas Hamzanwadi sosialisasi digitalisasi motif anyaman bambu Lendang Randu untuk melestarikan warisan budaya Sasak sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Desa Beber, Loteng.

LombokPost- Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi kembali mencatat terobosan besar. Melalui kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB dan Universitas Hamzanwadi, sebanyak 50 motif anyaman bambu Lendang Randu berhasil didigitalisasi.

Digitalisasi motif anyaman bambu Lendang Randu ini menjadi langkah penting untuk melestarikan warisan budaya Sasak sekaligus memperkuat ekonomi kreatif Desa Beber di Lombok Tengah.

Program PISN 2025 yang dipimpin dosen UNU NTB, Wardatul Jannah, menggandeng anggota tim Didin Septa Rahmadi, Indah Zulhidayati, serta Abdul Latif dari Universitas Hamzanwadi.

Para akademisi bekerja langsung dengan kelompok perajin Lendang Randu, penjaga tradisi motif anyaman bambu Sasak selama puluhan tahun.

Melalui PISN 2025, tim menjalankan rangkaian kegiatan mulai dari inventarisasi motif, pemotretan tekstur bambu dengan teknik profesional, hingga rekonstruksi digital beresolusi tinggi.

Seluruh data akhirnya dihimpun dalam katalog digital “DigiAnyam Beber”, yang kini menjadi rujukan penting dalam pengembangan motif anyaman bambu Lendang Randu untuk sektor desain dan ekonomi kreatif Desa Beber.

Wardatul Jannah menegaskan, banyak motif tradisional yang sebelumnya hanya tersimpan dalam ingatan perajin sepuh.

“Tanpa dokumentasi, motif itu bisa hilang. PISN 2025 memastikan motif anyaman bambu Lendang Randu tetap hidup dan dapat dipelajari lintas generasi,” Jannah.

Selain pelestarian, tim juga mendorong hilirisasi produk kriya bambu. Motif digital kini dapat diterapkan untuk panel interior, suvenir, aksesori modern, hingga dekorasi wisata. Inovasi ini membuka peluang besar bagi ekonomi kreatif Desa Beber untuk berkembang lebih pesat.

Didin Septa Rahmadi menyebut digitalisasi memperkuat kolaborasi antara perajin dan pelaku industri kreatif. “Motif Sasak kini bisa hadir dalam produk kekinian tanpa kehilangan identitas,” katanya.

Anggota tim lainnya, Indah Zulhidayati, menambahkan bahwa PISN 2025 menjadi ruang edukasi bagi pemuda desa. Mereka dilatih fotografi, desain digital, hingga branding untuk mendukung peningkatan kualitas produk berbasis motif anyaman bambu Lendang Randu.

Baca Juga: PW IGI NTB Resmi Dukung Danang Hidayatullah Pimpin IGI Satu Periode Lagi

Abdul Latif dari Universitas Hamzanwadi menegaskan pentingnya sinergi pendidikan tinggi dalam pemberdayaan budaya lokal.

“Tradisi harus berkembang, bukan sekadar dipertahankan,” ujar Latif.

Pemerintah Desa Beber menyampaikan dukungan penuh terhadap PISN 2025.

Kepala Desa Irsan Julianto menyebut, Desa Beber siap dikembangkan sebagai Kawasan Motif Anyaman Sasak.

Katalog 50 motif anyaman bambu Lendang Randu dinilai dapat menarik wisatawan, peneliti, dan pelaku industri kreatif.

Peluncuran platform DigiAnyam Beber memberikan akses resmi bagi masyarakat untuk mempelajari, mengembangkan, dan memasarkan motif tradisional Sasak dalam format digital.

Digitalisasi ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif Desa Beber sekaligus penguatan identitas budaya Sasak melalui teknologi.(*)

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #UNU NTB #anyaman bambu #kemendiktisainstek #Ekonomi Kreatif #PISN #Universitas Hamzanwadi #Sasak #Pengabadian Masyarakat #Digitalisasi #2025 #warisan