LombokPost- Program revitalisasi sekolah 2026 di Kota Mataram dipastikan tetap berjalan meski terjadi pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Kebijakan pemotongan TKD tersebut mencapai Rp 370 miliar, namun tidak berdampak pada kelanjutan program revitalisasi sekolah yang menjadi prioritas Kemendikdasmen.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf menegaskan, revitalisasi sekolah 2026 tidak bersumber dari APBD kota, tetapi langsung dianggarkan oleh Kemendikdasmen.
Karena itu, pemotongan TKD tidak memengaruhi rencana maupun distribusi anggaran ke sekolah penerima.
“Revitalisasi sekolah itu tidak ada anggaran di pemerintah kota. Semua langsung dari Kemendikdasmen ke satuan pendidikan,” ujar Yusuf.
Menurutnya, pada 2025 ini sekolah di Kota Mataram menerima bantuan perbaikan sekitar Rp 10 miliar.
Untuk tahun 2026, alokasi anggaran revitalisasi sekolah diperkirakan naik dua kali lipat berdasarkan informasi yang diterima Disdik dari pemerintah pusat.
Meski begitu, Yusuf belum dapat menyebutkan berapa nilainya karena penentuan bantuan revitalisasi sekolah 2026 bergantung pada data Dapodik setiap satuan pendidikan.
Sekolah wajib mengunggah kondisi infrastruktur, fasilitas, hingga kebutuhan mendesak ke dalam sistem.
“Data Dapodik inilah yang akan menjadi dasar kelayakan sekolah menerima bantuan revitalisasi,” ujar Yusuf.
Sebelumnya, Disdik mencatat ada 20 sekolah di Kota Mataram yang masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi, sebagian diantaranya telah menjalani proses perbaikan.
Baca Juga: PGRI Kota Mataram Dorong Guru Berpengalaman Isi Sekolah Lowong
Meski ada pemotongan TKD ia optimis revitalisasi sekolah 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Serta mampu memperbaiki kualitas sarana pendidikan di Kota Mataram.(*)
Editor : Kimda Farida