Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menuju Kampus Berdampak Global, UMMAT Dorong Internasionalisasi Pola Pikir Dosen dan Mahasiswa

Akbar Sirinawa • Jumat, 28 November 2025 | 09:58 WIB

Seminar internasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Mataram, Kamis (27/11).
Seminar internasional yang digelar di Universitas Muhammadiyah Mataram, Kamis (27/11).

LombokPost-Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama KUIK Universitas Muhammadiyah Mataram UMMAT menggelar Seminar Internasional bertema Internationalizing the Mindsets of Students and Staff of UMMAT to Build a More Globally Impactful Campus di Auditorium H Anwar Ikraman UMMAT, Kamis (27/11). 

Seminar ini menjadi langkah strategis UMMAT memperkuat pengembangan kampus berbasis global engagement, sekaligus meneguhkan peran sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan di level internasional.

Seminar berlangsung dua hari. Hari pertama 27 November 2025 diperuntukkan bagi dosen dan staf. Hari kedua 28 November 2025 dikhususkan untuk unsur mahasiswa, mulai dari IMM, BEM, DPM, UKM, Hizbul Wathan HW, Tapak Suci TS, hingga HMPS seluruh fakultas. 

Baca Juga: Ini Langkah Ciamik AC Milan untuk Pertahankan Bintangnya, Dibarengi Strategi B untuk Menemukan Penggantinya

Melalui pola ini KUIK memastikan internasionalisasi menyentuh seluruh lapisan sivitas akademika.

Rektor UMMAT Drs Abdul Wahab M.A menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Secara khusus ia menyambut kehadiran Mr Andrew Ezekiel dosen nasional dari Universiti Singapore dan perwakilan Knosmosis LLP Singapore sebagai narasumber utama. 

“Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Mataram, kami menyampaikan selamat datang kepada Mr Andrew Ezekiel. Beliau merupakan ahli dalam pengembangan global mindset, inovasi pembelajaran, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi. Melalui seminar ini, kami berharap dosen, staf, dan mahasiswa UMMAT semakin terdorong untuk berpikir global, bekerja profesional, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Rektor menegaskan, internasionalisasi tidak hanya diukur dari kuantitas kerja sama luar negeri, tetapi dari perubahan budaya kerja dan cara pandang. 

“Internasionalisasi itu bermula dari mindset. Ketika cara pandang kita sudah terbuka, budaya kerja kita berubah, dan kita mulai membiasakan standar global dalam aktivitas akademik, maka secara perlahan UMMAT akan mencatatkan jejaknya di dunia internasional. Di sinilah pentingnya seminar seperti ini, yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menginspirasi perubahan," tambahnya.

Baca Juga: Fraksi PKB dan PKS Dorong Pendidikan-Kesehatan Tetap Prioritas di APBD 2026

Dalam pemaparannya, Mr Andrew Ezekiel menjelaskan pentingnya global mindset di perguruan tinggi di tengah kompetisi internasional. 

Ia menilai UMMAT memiliki peluang besar untuk berkontribusi di tingkat global jika berani membuka diri terhadap kolaborasi lintas negara. 

“Untuk membangun kampus yang berdampak secara global, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah mindset. Dosen dan staf perlu melihat diri mereka sebagai bagian dari komunitas akademik dunia, bukan hanya sebagai pengajar atau pengelola di satu wilayah tertentu. Dari pemanfaatan platform digital, kolaborasi riset lintas negara, hingga keberanian tampil dalam forum internasional, semua itu berawal dari mindset yang terbuka,,” jelasnya.

Ia menegaskan, internasionalisasi tidak berarti meninggalkan jati diri lokal maupun nilai-nilai Islam UMMAT. 

“UMMAT memiliki kekhasan sebagai kampus Islam berkemajuan. Itu adalah kekuatan, bukan batasan. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan kekhasan itu sebagai nilai tambah di tingkat internasional,,” sambungnya.

Kepala KUIK UMMAT Asbah M.Hum menyebut, internasionalisasi sebagai jalan menuju transformative university, kampus yang tidak hanya mengikuti perubahan dunia tetapi ikut membentuknya. Perubahan mindset menjadi fondasi agar seluruh sivitas akademika menjadi agen transformasi global.

Editor : Akbar Sirinawa
#ummat #Universitas Muhammadiyah Mataram #Abdul Wahab #seminar internasional