LombokPost- Program SMK Go Global 2025 disiapkan pemerintah untuk membuka peluang lulusan SMK bekerja ke luar negeri.
Program ini menjadi harapan baru bagi lulusan SMK dan sederajat yang ingin mendapatkan kesempatan magang serta bekerja di berbagai negara.
Program SMK Go Global juga menjadi tindak lanjut kebijakan pendidikan vokasi empat tahun yang menekankan penguatan kompetensi siswa.
Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Supriadi menjelaskan, SMK Go Global akan mulai berjalan pada akhir 2025 dengan model pembinaan penuh pada tahun keempat. Dalam skema ini, siswa dipersiapkan untuk masuk ke dunia industri internasional.
“Peningkatan kompetensi di tahun keempat menjadi kunci. Mulai dari keahlian teknis, kemampuan bahasa asing, hingga pembentukan attitude. Semua harus disiapkan sejak awal,” kata Supriadi.
Ia menegaskan, fasilitas pelatihan seperti Balai Latihan Kerja akan menjadi bagian penting dari ekosistem SMK Go Global. BLK disiapkan untuk memberikan pelatihan bahasa, kecakapan kerja, serta pemahaman budaya negara tujuan.
“BLK perwakilan pusat sudah siap melatih bahasa dan kompetensi lainnya. Tinggal bagaimana sekolah mendorong siswanya agar siap ikut SMK Go Global,” ucap Supriadi.
Supriadi menyebutkan, selama ini lulusan SMK di NTB sudah banyak yang magang dan bekerja di luar negeri, terutama di Jepang.Permintaan tenaga kerja Indonesia ke Jepang juga terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kuota yang diberikan industri Jepang besar sekali. Tantangannya adalah apakah kita mampu memenuhi kuota tersebut, karena seleksinya ketat. Contohnya di SMKN 6 Mataram, ada kelas khusus yang memang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang setelah lulus,” urai Supriadi.
Ia menegaskan, SMK Go Global adalah peluang besar bagi siswa vokasi. Pemerintah daerah, sekolah, dan BLK harus memastikan penguatan kompetensi berjalan agar lulusan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Editor : Siti Aeny Maryam