Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kongres AFEBI XIII di Lombok Dorong Transformasi Pariwisata Berkelanjutan

Ali Rojai • Selasa, 2 Desember 2025 | 06:31 WIB
Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal bersama Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo  pada Kongres AFEBI XIII , pekan lalu. Kongres AFEBI XIII  di Lombok dorong transformasi pariwisata berkelanjutan.
Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal bersama Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo pada Kongres AFEBI XIII , pekan lalu. Kongres AFEBI XIII di Lombok dorong transformasi pariwisata berkelanjutan.

LombokPost- Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) XIII di Lombok menjadi ruang kolaborasi nasional untuk mendorong transformasi pariwisata berkelanjutan.

Ajang bertema “Kampus Berdampak untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan” ini menegaskan pentingnya sinergi berbasis riset, inovasi, dan rekomendasi ilmiah. Kongres AFEBI XIII di Lombok juga memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam mencetak kebijakan strategis untuk masa depan pariwisata Indonesia.

Acara yang berlangsung di Aruna Senggigi Resort & Conventions ini menghadirkan perwakilan Fakultas Ekonomi dan Bisnis seluruh Indonesia. Kongres AFEBI XIII di Lombok menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring akademik, industri, dan pemerintah daerah.

Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D, menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan menjadikan Lombok sebagai tuan rumah. Menurutnya, AFEBI memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

“Kami berharap Kongres AFEBI XIII di Lombok melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” ujar Prof Bambang.

Keynote speech disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto. Ia menegaskan, bahwa tema kongres sangat relevan dengan agenda transformasi pendidikan tinggi.

“Ini era kolaborasi. Dampak kita akan jauh lebih besar ketika perguruan tinggi, pemerintah, dan industri bekerja bersama. Kongres AFEBI XIII di Lombok menjadi contoh nyata kolaborasi itu,” tegas Prof Brian.

Ia menekankan, transformasi pariwisata harus berpijak pada prinsip keberlanjutan dan kebermanfaatan luas. FEB disebut memiliki peran vital sebagai penggerak ekosistem riset, inovasi, dan model bisnis.

“FEB harus menjadi impact engine dan innovation center dengan kekuatan analisis serta jejaring industri. Kongres AFEBI XIII di Lombok harus mempercepat lahirnya solusi nyata,” jelas Prof Brian.

Sesi keynote speech juga dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Ia menegaskan perlunya kebijakan berbasis riset dalam pembangunan daerah. Ia menyoroti paradoks NTB yang memiliki sektor pariwisata bersinar, namun masih termasuk 12 provinsi termiskin di Indonesia.

“Kami ingin NTB maju dan mendunia. Kongres AFEBI XIII di Lombok ini menjadi jembatan kolaborasi untuk mempercepat kemakmuran,” ujar Iqbal.

Gubernur memaparkan langkah strategis seperti integrasi pariwisata NTB–Bali–NTT, standardisasi layanan, pembukaan jalur laut Sanur–Mandalika dan Sanur–Senggigi, serta penguatan green economy dan blue economy.

“Ini era kolaborasi. Kongres AFEBI XIII di Lombok adalah bukti bahwa kolaborasi adalah kunci,” tegas Iqbal.

Kongres AFEBI XIII di Lombok menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan dan inklusif. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri diharapkan melahirkan rekomendasi berbasis riset, inovasi kebijakan, dan kolaborasi strategis untuk mendorong transformasi sektor pariwisata Indonesia ke level global.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Trasformasi #Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo #kolaborasi #Unram #pariwisata berkelanjutan #Kongres 2025 #Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal #akademisi #Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia #AFEBI XIII