LombokPost- LPKN Training Center kembali membuktikan diri sebagai lembaga vokasi yang paling siap mencetak SDM unggul. Sebanyak 93 persen lulusan LPKN Training Center 2025 telah bekerja dan berwirausaha sebelum wisuda digelar. Dari total 308 wisudawan, lebih dari separo tidak bisa hadir karena sudah aktif bekerja di berbagai industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Capaian 93 persen lulusan LPKN Training Center 2025 yang langsung bekerja ini menjadi bukti kuat keberhasilan konsep link and match antara kampus vokasi dan dunia industri.
“Mereka yang tidak hadir sudah bekerja di perusahaan dan tidak bisa mendapat izin,” ujar Direktur LPKN Training Center Naktika Sari Dewi saat acara wisuda di Hotel Prime Park, Rabu (3/12).
Dewi menegaskan, keberhasilan penyerapan kerja ini tak lepas dari dukungan banyak pihak, instruktur, mahasiswa, orang tua, serta mitra industri dalam penempatan magang hingga rekrutmen. Kurikulum LPKN Training Center juga terus diperbarui agar benar-benar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
Para wisudawan berasal dari Jurusan Perhotelan dan Kapal Pesiar, Administrasi Perkantoran dan Sekretaris, Komputer Akuntansi dan Perpajakan, hingga Manajemen Administrasi Kesehatan. Meski 93 persen lulusan sudah bekerja, pihak kampus tetap melakukan pendampingan intensif kepada 7 persen alumni lain yang sedang menyelesaikan proses magang.
“Setelah ini pendampingan penempatan kerja dan pendampingan berwirausaha terus kami lakukan,” jelas Dewi.
Ia menegaskan, komitmen LPKN Training Center tidak berhenti pada prosesi wisuda. Alumni yang sudah lama lulus pun tetap mendapat akses pembinaan, informasi lowongan kerja, hingga ide bisnis melalui grup alumni. Harapannya, lulusan tidak hanya sukses berkarir, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru.
Sementara itu Sekretaris Disnakertrans NTB Najib mengapresiasi, capaian luar biasa LPKN Training Center 2025. Menurutnya, dunia industri tidak hanya menuntut kompetensi, tetapi juga komunikasi, attitude, dan integritas.
“Kami bangga dengan lulusan LPKN. Mereka tidak hanya menerima sertifikat, tetapi langsung bekerja,” ujar Najib.
Najib mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam mencetak tenaga kerja produktif dan kompeten. Ia berharap, lulusan LPKN Training Center yang banyak bekerja hingga ke Turki mampu menunjukkan profesionalisme dan menjadi kebanggaan daerah.
Perwakilan wisudawan, Cahya Rizki Wulandari turut menyampaikan pesan kesan. Ia menegaskan, bahwa LPKN Training Center mengajarkan lebih dari sekadar teori.
“Ini tentang perjuangan, kerja keras, dan mentalitas kerja. Kami bangga menjadi bagian dari LPKN Training Center,” tutur Cahya.
Dengan capaian 93 persen lulusan langsung bekerja, LPKN Training Center kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga vokasi terdepan yang konsisten mencetak tenaga kerja siap pakai dan sesuai kebutuhan industri.(*)
Editor : Pujo Nugroho