LombokPost- Upaya mengisi puluhan kursi kepala sekolah (kasek) kosong di Kota Mataram semakin digeber. Sebanyak 48 guru Mataram resmi mengikuti Diklat Calon Kepala Sekolah Mataram sebagai langkah mempercepat pemenuhan kebutuhan kepemimpinan di SD dan SMP.
Program Diklat Calon Kepala Sekolah Mataram ini menjadi tumpuan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk menutup kekosongan jabatan yang ditinggal pensiun para kasek senior.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf mengatakan, 48 guru Mataram yang ikut Diklat Calon Kepala Sekolah sedang dipersiapkan untuk menduduki posisi strategis di berbagai sekolah.
“Kami berharap Desember ini sertifikat calon kepala sekolah bisa segera keluar,” ujarnya, Senin (8/12).
Dari 64 peserta seleksi, hanya 48 guru yang lolos tes substansi dan berhak mengikuti diklat. Tahun ini pelaksanaan seleksi BCKS berbeda dari sebelumnya karena Diklat Calon Kepala Sekolah tidak lagi menggunakan anggaran pusat, melainkan didanai penuh melalui APBD Kota Mataram. Proses diklat akan ditutup dengan tes wawancara yang melibatkan akademisi.
“Kami melibatkan akademisi untuk menjaga kualitas calon kasek,” tegas Yusuf.
Kebutuhan kasek di Kota Mataram cukup besar. Banyak sekolah favorit seperti SMPN 1 Mataram, SMPN 2 Mataram, SMPN 5 Mataram, SMPN 6 Mataram, SMPN 7 Mataram, dan SMPN 12 Mataram ditinggal pensiun para kepala sekolahnya. Dalam waktu dekat, SMPN 13 Mataram juga menyusul mengalami kekosongan.
Karena itu, 48 guru yang ikut Diklat Calon Kepala Sekolah diharapkan mampu mengisi posisi tersebut dengan kesiapan akademik dan manajerial yang kuat.
Yusuf menambahkan, kebutuhan kasek akan terus meningkat karena awal tahun mendatang kembali ada kepala sekolah yang memasuki masa pensiun. Dengan adanya penguatan melalui Diklat Calon Kepala Sekolah, Disdik ingin memastikan tidak ada kekosongan berkepanjangan.
“Guru yang ikut diklat harus bisa menjawab tantangan manajerial pendidikan dan menyiapkan kepemimpinan sekolah yang lebih profesional,” tandas Yusuf.
Ia berharap Diklat Calon Kepala Sekolah benar-benar melahirkan pemimpin sekolah yang kompeten. Sehingga transisi kepemimpinan berjalan mulus dan kebutuhan jabatan kasek di Kota Mataram terpenuhi.(*)
Editor : Pujo Nugroho