LombokPost- Universitas Mataram (Unram) telah menancapkan fondasi sebagai perguruan tinggi unggul, berdampak, dan berdaya global. Namun, tongkat estafet kepemimpinan yang akan berganti membawa pekerjaan rumah besar bagi rektor baru Unram, terutama dalam memastikan lulusan Unram tidak menjadi pengangguran intelektual, melainkan pencipta lapangan kerja menuju Indonesia Emas 2045.
Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo menegaskan, rektor baru Unram harus memiliki visi kuat untuk membawa Unram Global ke level berikutnya.
Fondasi telah dibangun, mulai dari 18 kelas internasional hingga peningkatan jumlah mahasiswa asing dari 10 orang pada 2021 menjadi 229 mahasiswa internasional pada 2025.
“Tugas rektor baru Unram adalah melanjutkan yang belum selesai dan memperkuat kolaborasi internasional,” ujar Prof Bambang.
Saat ini, Unram Global tidak sekadar jargon. Mahasiswa dari berbagai negara, termasuk China, telah menempuh pendidikan di Unram, secara daring maupun luring. Capaian tersebut menunjukkan Unram telah memiliki daya saing internasional.
Namun demikian, kolaborasi global Unram dinilai masih perlu diperluas. Tidak hanya untuk kepentingan regional dan nasional, tetapi juga untuk memberi kontribusi nyata di tingkat global.
“PR paling menantang bagi rektor baru Unram adalah soal penyerapan lulusan Unram di dunia kerja,” tegas Prof Bambang.
Setiap tahun, Unram meluluskan sekitar 6 ribu hingga 7 ribu mahasiswa. Angka tersebut menjadi tantangan serius bagi rektor baru Unram. Berapa banyak lulusan Unram yang siap menjadi wirausaha, startup founder, atau bahkan CEO.
Untuk mengantisipasi potensi pengangguran intelektual, Unram telah melakukan talent mapping mahasiswa. Mahasiswa diarahkan sesuai minat, baik untuk melanjutkan studi maupun terjun ke dunia usaha. Mahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan muda diberikan pelatihan dan pendampingan. Namun, kendala utama masih pada akses permodalan.
Di sinilah peran strategis rektor baru Unram sangat dibutuhkan. Prof Bambang menilai, kepemimpinan berikutnya harus mampu menjalin kerja sama luas dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, CSR, hingga perbankan.
“Modal usaha harus dicarikan. Anak-anak muda yang punya ilmu dan bakat harus didorong membangun bisnis kecil atau startup yang kelak bisa membesar,” ujar Prof Bambang.
Menurutnya, gerakan kewirausahaan harus dilakukan secara masif dan terstruktur. Jika tidak, ribuan lulusan Unram setiap tahun berpotensi menambah angka pengangguran.
Prof Bambang berharap, lulusan Unram ke depan mampu berkontribusi nyata di tingkat lokal dan nasional, bahkan global. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak Indonesia Emas 2045, bukan menjadi beban pembangunan.
“Fokus utama rektor baru Unram adalah memastikan visi Unram Global benar-benar melahirkan lulusan yang mandiri, berdaya saing, dan berdampak,” pungkasnya.
Editor : Marthadi