Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia Gandeng PGRI Lombok Barat Perkuat Edukasi Cinta Rupiah di Sekolah

Ali Rojai • Selasa, 16 Desember 2025 | 23:34 WIB
PGRI Lobar bersama BI menjadi mitra strategis dalam menanamkan pemahaman tentang Rupiah sejak dini melalui dunia pendidikan. BI gandeng PGRI Lombok Barat perkuat edukasi cinta rupiah di sekolah.
PGRI Lobar bersama BI menjadi mitra strategis dalam menanamkan pemahaman tentang Rupiah sejak dini melalui dunia pendidikan. BI gandeng PGRI Lombok Barat perkuat edukasi cinta rupiah di sekolah.

LombokPost- Bank Indonesia (BI) terus memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di tengah masyarakat.

Kali ini, BI menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman tentang Rupiah sejak dini melalui dunia pendidikan.

Kegiatan edukasi CBP Rupiah oleh Bank Indonesia dan PGRI Lobar menyasar para guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Guru dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan literasi keuangan, termasuk pemahaman fungsi dan nilai Rupiah, kepada siswa di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat M Hendrayadi menegaskan pentingnya peran guru dalam menyampaikan literasi keuangan kepada siswa, khususnya membiasakan budaya menabung demi masa depan.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Rupiah diintegrasikan dalam kurikulum, sehingga siswa sejak dini sudah mengetahui fungsi mata uang dan pentingnya literasi keuangan,” ujar Hendrayadi.

Ketua PGRI Lombok Barat Akhmad Sujai menyambut baik kolaborasi antara PGRI dan Bank Indonesia. Ia menilai kegiatan edukasi CBP Rupiah ini bukan sekadar seremonial.

“Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi investasi jangka panjang untuk pengembangan karakter dan kompetensi generasi muda,” kata Sujai.

Ia berharap, kolaborasi PGRI Lobar dengan BI dapat terus diperluas. Dengan demikian, peran guru sebagai garda terdepan edukasi CBP Rupiah semakin kuat di lingkungan sekolah.

“Modul dan kurikulum CBP Rupiah sudah mulai berjalan di sekolah, dan kami berharap ke depan semakin optimal,” tambah Sujai.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Provinsi NTB Kadek Budi Arsana menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi berkelanjutan untuk membangun kesadaran masyarakat tentang nilai Rupiah.

“Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga simbol kedaulatan negara dan alat pemersatu bangsa,” tegas Budi.

Menurut Budi, guru dipilih sebagai media utama sosialisasi karena memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter siswa. Melalui sinergi edukasi CBP Rupiah yang terintegrasi dalam kurikulum, pemahaman tentang Rupiah diharapkan tertanam kuat sejak usia dini.

Ia menambahkan, edukasi Rupiah terus berkembang, tidak hanya mengenalkan aspek fisik dan keaslian uang, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital seperti augmented reality agar pembelajaran lebih menarik dan kontekstual bagi siswa.

Editor : Rury Anjas Andita
#Edukasi #dunia pendidikan #pengembangan karakter #Guru #PGRI Lombok Barat #cinta rupiah #Sekolah #Perkuat #terintegrasi #kurikulum #Dikbud Lobar #bank indonesia (bi)