LombokPost- SMPN 15 Mataram terus mematangkan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 9. Antusiasme tinggi ditunjukkan ratusan siswa dalam menyongsong TKA sehingga mendorong pihak sekolah menyusun program pemantapan khusus agar seluruh siswa siap menghadapi tes tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 15 Mataram G.A. Suartini Astuti mengatakan, persiapan TKA merupakan respons atas semangat belajar siswa.
Berdasarkan data sekolah, terdapat 371 siswa kelas 9 yang menjadi sasaran utama program persiapan TKA dari total 1.143 siswa SMPN 15 Mataram.
“Anak-anak menyampaikan langsung kepada kami agar dibantu dalam persiapan TKA. Sangat disayangkan jika semangat mereka tidak kita dukung,” ujar Suartini.
Sebagai langkah strategis, sekolah akan memberikan program pemantapan TKA kepada seluruh siswa kelas 9 tanpa terkecuali. Skema ini disiapkan untuk mengantisipasi dinamika dan perubahan regulasi terkait pelaksanaan TKA.
Dari sisi sarana prasarana, Suartini memastikan fasilitas pendukung TKA di SMPN 15 Mataram telah siap. Ruangan, perangkat komputer, hingga jaringan internet dinyatakan siap 100 persen untuk menunjang pelaksanaan program pemantapan.
Meski demikian, pelaksanaan pemantapan TKA direncanakan berlangsung di luar jam kegiatan belajar mengajar KBM reguler. Hal ini masih memerlukan koordinasi lanjutan terkait kesiapan tenaga pendidik serta dukungan pendanaan.
“Kami akan terus berdiskusi dengan kepala sekolah dan jajaran wakasek. Prinsipnya, sekolah ingin memberikan persiapan TKA yang maksimal bagi siswa kelas 9,” tegas Suartini.
Sementara itu, Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani menegaskan, persiapan TKA menjadi fokus utama sekolah. Program nasional yang digawangi langsung oleh Mendikdasmen ini dinilai strategis dalam menjaring siswa berprestasi, baik akademik maupun nonakademik.
”Saat ini, 371 siswa kelas 9 mulai intensif melakukan persiapan agar memperoleh hasil maksimal dalam TKA,” ujar Sri.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah telah melengkapi sarana literasi TKA di perpustakaan. Buku-buku penunjang TKA tersedia dan dapat dipinjam siswa untuk belajar mandiri. Selain itu, sosialisasi dilakukan secara masif agar siswa memahami pentingnya nilai TKA dalam menentukan pilihan sekolah lanjutan.
“Jika sudah memiliki nilai TKA yang baik, siswa akan lebih mudah memilih sekolah sesuai minatnya,” jelas Sri.
Dari sisi teknologi, infrastruktur IT juga diperkuat. Sekolah menyiapkan jaringan internet berkapasitas 250 MB serta dua ruang media yang masing-masing dilengkapi 20 unit komputer. Mengingat jumlah peserta yang besar, simulasi TKA dilakukan secara bergiliran agar semua siswa mendapat kesempatan yang sama.
Sekolah juga membuka ruang kolaborasi dengan orang tua. Bagi wali murid yang memiliki kemampuan lebih, diperbolehkan memberikan bimbingan belajar tambahan di luar sekolah guna memperkuat persiapan TKA anak.
“Siswa juga bisa mempersiapkan TKA dengan bimbel diluar sekolah,” pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji