LombokPost - Ruang kelas baru SMPN 17 Mataram yang dibangun melalui proyek strategis Pemkot Mataram belum bisa dimanfaatkan.
Meski konstruksi telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO), penyelesaian akhir bangunan belum tuntas. Akibatnya, SMPN 17 Mataram masih menerapkan sistem dua sif dalam beberapa pekan ke depan.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Sekarbela ini terpaksa mempertahankan skema belajar pagi dan siang sembari menunggu kesiapan ruang kelas baru. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kelancaran proses belajar mengajar.
Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati menyampaikan, berdasarkan koordinasi dengan pihak pemborong, penyelesaian fisik ditargetkan rampung dalam sepekan ke depan.
“Kalau dari pemborong, satu minggu lagi fisiknya selesai. Tapi setelah itu kami masih butuh waktu tambahan untuk penataan,” ujar Hartati.
Penundaan pemanfaatan ruang kelas baru dilakukan karena perlengkapan sekolah sempat dipindahkan dan tersebar selama proses renovasi. Penataan ulang menjadi krusial agar ruang kelas nyaman dan aman bagi siswa.
Terkait fasilitas pendukung, Hartati memastikan mebel untuk ruang kelas baru sudah tersedia. Bahkan, satu rombongan belajar (rombel) telah dilengkapi meja dan kursi yang siap digunakan.
“Meubelair sudah datang duluan untuk satu rombel. Jadi sebenarnya ini sudah siap, tinggal penataan saja,” tambah Hartati.
Pihak sekolah meminta para siswa dan orang tua bersabar. Sistem dobel sif masih akan diberlakukan sekitar dua pekan ke depan guna memastikan kondisi ruang kelas bersih, rapi, dan layak digunakan.
Hartati optimistis, pada pekan keempat Januari seluruh siswa SMPN 17 Mataram tidak lagi menjalani sekolah siang dan bisa sepenuhnya masuk pagi.
Kehadiran RKB ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta semangat belajar siswa dengan fasilitas yang lebih representative.
Editor : Marthadi