LombokPost- Uji coba Full Day School (FDS) di Kota Mataram dipastikan tidak berjalan serentak. SMPN 17 Mataram meminta dispensasi jadwal uji coba FDS karena memprioritaskan pembenahan fasilitas sekolah.
Meskipun mendukung penuh kebijakan FDS, pihak SMPN 17 Mataram menilai kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor utama sebelum program diterapkan.
Berdasarkan kesepakatan internal, uji coba FDS dijadwalkan mulai 19 mendatang. Namun, kondisi fisik sekolah dinilai belum sepenuhnya siap.
Saat ini, proses pengecatan bagian atas gedung sekolah masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu tambahan satu pekan. Kondisi tersebut membuat SMPN 17 Mataram belum bisa mengikuti jadwal uji coba FDS yang telah disepakati bersama sekolah lain.
“Kami meminta permakluman karena belum bisa mengikuti jadwal yang sama. Kondisi ruangan masih dalam proses pengecatan,” ujar Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati, Kamis (8/1).
Hartati menjelaskan, setelah pengecatan rampung, sekolah memerlukan waktu tambahan untuk pembersihan serta penataan ulang sarana dan prasarana.
Tahapan ini penting agar pelaksanaan FDS nantinya memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru.
Menurutnya, pekan berikutnya akan difokuskan pada pengondisian ruang kelas serta penataan fasilitas belajar untuk memastikan lingkungan sekolah siap digunakan untuk kegiatan belajar sehari penuh. Meski demikian, sosialisasi kepada wali murid tetap dilakukan lebih awal.
“Secara prinsip kami siap melaksanakan Full Day School. Hanya saja pelaksanaan teknisnya menyesuaikan kesiapan fasilitas sekolah,” tegas Hartati.
Ia menambahkan, uji coba FDS bersifat fleksibel dan bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah.
Penyesuaian jadwal yang dilakukan SMPN 17 Mataram semata-mata agar pelaksanaan FDS dapat berjalan maksimal tanpa terkendala fasilitas.
Editor : Redaksi Lombok Post