LombokPost- Nama Dimas Rizky Andrean, siswa SMPN 15 Mataram, mencuri perhatian setelah mengoleksi 42 medali sains dan 13 piala dari berbagai kompetisi tingkat daerah hingga nasional.
Di usia 14 tahun, Dimas sudah menjadi salah satu siswa berprestasi asal Mataram yang konsisten menorehkan prestasi. Sejak aktif mengikuti lomba pada kelas VII semester dua, siswa kelas VIII ini terus menambah koleksi medali dari cabang matematika, fisika, kimia, hingga biologi.
Keberhasilan Dimas meraih puluhan medali tak lepas dari kegigihannya belajar mandiri. Untuk biologi, Dimas terbiasa mempelajari buku rujukan berat seperti Campbell Biology yang umumnya digunakan mahasiswa. Sementara untuk fisika dan kimia, ia menambah pemahaman melalui les privat.
Perjalanan berburu medali membawanya mengikuti berbagai kompetisi nasional. Salah satunya Kompetisi Matematika Sains Indonesia (KMSI) tingkat nasional di Universitas Ma Chung, Malang. Dalam ajang tersebut, Dimas bersaing dengan sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, Dimas menjalani proses secara mandiri, mulai pendaftaran hingga pelaksanaan lomba. Alumni SDN Model Mataram itu menilai kemandirian menjadi kunci penting meraih prestasi.
“Saya mengerjakan soal seperti biasa saja, tidak ada trik khusus,” ujar Dimas rendah hati.
Remaja yang tinggal di Kelurahan Pagesangan Timur ini mengaku lebih fokus pada pemahaman konsep daripada mengejar target nilai. Ketertarikan Dimas pada dunia sains terinspirasi dari sang ibu yang berprofesi sebagai dokter gigi. Meski demikian, Dimas telah menetapkan cita-cita masa depan.
“Saya ingin menjadi dokter bedah,” tutur Dimas.
Untuk mewujudkan impian tersebut, Dimas membidik SMAK Kesuma Mataram sebagai jenjang pendidikan berikutnya setelah lulus dari SMPN 15 Mataram.
Meski telah mengoleksi 42 medali, Dimas mengaku belum sepenuhnya puas. Target terbesarnya tahun ini adalah menembus Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional dan membawa pulang medali emas.
Sebelumnya, langkah Dimas sempat terhenti di OSN tingkat provinsi tahun lalu. Kegagalan tersebut sempat mengecewakan, namun justru menjadi pelecut semangatnya untuk berlatih lebih giat. Ia kini mempersiapkan diri lebih matang demi meraih medali emas OSN nasional.
“Saya ingin mencoba lagi dan memberikan yang terbaik,” ujarnya Dimas optimistis.
Editor : Redaksi Lombok Post