Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembagian Rapor Jadi Ruang Refleksi, SMPN 11 Mataram Libatkan Orang Tua untuk Evaluasi Perkembangan Anak

Ali Rojai • Selasa, 20 Januari 2026 | 19:16 WIB
Siswa SMPN 11 Mataram melaksanakan salat duha berjamaah di musala sekolah setempat. Pembagian rapor jadi ruang refleksi, SMPN 11 Mataram libatkan Orang Tua untuk evaluasi perkembangan anak.
Siswa SMPN 11 Mataram melaksanakan salat duha berjamaah di musala sekolah setempat. Pembagian rapor jadi ruang refleksi, SMPN 11 Mataram libatkan Orang Tua untuk evaluasi perkembangan anak.

LombokPost- Pembagian rapor di SMPN 11 Mataram (Spenlas) tidak lagi dimaknai sebagai agenda administratif semata.

Momen ini menjadi momentum penting bagi sekolah dan orang tua untuk mengevaluasi pencapaian akademik serta perkembangan karakter siswa selama satu semester.

Dalam setiap pembagian rapor di Spenlas, orang tua siswa dilibatkan secara aktif melalui pengisian instrumen evaluasi yang disiapkan pihak sekolah. Instrumen ini bertujuan menggali sejauh mana pendampingan orang tua di rumah, sekaligus memotret perkembangan akademik dan nonakademik siswa.

Kepala SMPN 11 Mataram H Azizudin menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting.

Hal tersebut mulai dari pendampingan belajar di rumah, capaian nilai akademik, hingga perkembangan spiritual siswa, khususnya dalam pembelajaran agama dan pembiasaan iman dan takwa (Imtak) yang diterapkan di sekolah.

“Orang tua kami minta menyampaikan pendampingan apa yang sudah dilakukan di rumah, apakah anak menunjukkan perkembangan spiritual, serta apa harapan orang tua kepada anaknya ke depan,” kata Azizudin.

Menurutnya, pembagian rapor juga dirancang sebagai ruang refleksi bersama antara sekolah dan orang tua.

Dalam momen ini, orang tua diberikan kesempatan menyampaikan kesan, pesan, harapan, hingga kritik konstruktif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung selama satu semester.

Refleksi tersebut dilakukan melalui penilaian tertulis dan lisan yang dihimpun dari orang tua siswa. Seluruh masukan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

“Dengan refleksi ini, kami bisa melihat respons siswa dan orang tua terhadap pembelajaran. Dari situ kami tahu apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan yang perlu diperbaiki,” pungkas Azizudin.

Editor : Pujo Nugroho
#imtak #SMPN 11 Mataram #satu semester #spiritual #orang tua #evaluasi #pembelajaran #kualitas #kritik #perkembangan anak #pembagian rapor #Saran