Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SDN 3 Ampenan Siapkan TKA Secara Mandiri, Manfaatkan Smartboard Sekolah dan Laptop Milik Guru

Ali Rojai • Selasa, 20 Januari 2026 | 20:21 WIB
Murid kelas VI SDN 3 Ampenan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Selasa (20/1). SDN 3 Ampenan siapkan TKA secara mandiri, manfaatkan smartboard sekolah dan laptop milik guru.
Murid kelas VI SDN 3 Ampenan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Selasa (20/1). SDN 3 Ampenan siapkan TKA secara mandiri, manfaatkan smartboard sekolah dan laptop milik guru.

LombokPost - Meski Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak wajib dan bukan penentu kelulusan, SDN 3 Ampenan tetap maksimal melakukan persiapan.

Sekolah di Jalan Raden Mas Panji Anom, Kelurahan Pagutan ini menunjukkan komitmen tinggi mengoptimalkan teknologi digital dan kemandirian fasilitas demi kelancaran TKA.

Persiapan TKA di SDN 3 Ampenan diawali diskusi intensif jajaran guru guna mematangkan strategi. Setelah konsep dirumuskan, sekolah mensosialisasikan mekanisme TKA kepada orang tua murid kelas VI.

“Kami rundingan dengan bapak ibu guru karena betul-betul butuh persiapan matang. Setelah itu, kami sosialisasikan kepada orang tua murid kelas VI untuk mengetahui siapa saja yang akan ikut, karena TKA ini tidak wajib,” ujar Kepala SDN 3 Ampenan Baiq Ratna Wahyuningsih, Selasa (20/1).

SDN 3 Ampenan memilih jalur mandiri dalam penyediaan infrastruktur. Sekolah menginventarisasi laptop secara swadaya guna mengantisipasi kendala teknis. Selain aset sekolah, para guru meminjamkan laptop pribadi spesifikasi tinggi sebagai server TKA untuk memastikan kelancaran data.

Ratna optimistis TKA di SDN 3 Ampenan terlaksana tanpa meminjam fasilitas sekolah lain. “Sekitar 60 murid kelas VI diproyeksikan mengikuti TKA sambil menunggu arahan teknis lebih lanjut dari dinas,” jelas Ratna.

Penguatan akademik murid juga menjadi fokus utama. Sekolah memanfaatkan dua unit smartboard untuk mendukung pengayaan dan bimbingan belajar. Melalui perangkat tersebut, murid mengakses fitur “Ayo Mulai TKA” serta mengerjakan soal simulasi.

“Guru-guru kelas VI sangat aktif mencari dan menyajikan soal-soal simulasi TKA untuk melatih murid,” tambah Ratna.

Melalui pemanfaatan smartboard dan simulasi intensif, pihaknya berharap murid kelas VI siap secara mental maupun kemampuan.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan pendidikan terbaik. Dengan persiapan TKA yang matang, hasil yang dicapai diharapkan maksimal meskipun TKA tidak bersifat wajib,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf menegaskan kewajiban partisipasi siswa SD dan SMP dalam TKA. Seluruh siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP di Kota Mataram wajib mengikuti TKA sebagai bagian kebijakan nasional pemetaan mutu pendidikan.

Penegasan kewajiban ini sejalan dengan sikap resmi PB PGRI dan PGRI NTB yang menekankan TKA bukan penentu kelulusan, melainkan instrumen pemetaan capaian literasi serta numerasi peserta didik secara objektif, adil, dan terstandar.

Yusuf menjelaskan, TKA berfungsi strategis sebagai alat ukur kemampuan akademik siswa di akhir jenjang pendidikan. Hasil TKA menjadi dasar evaluasi mutu pembelajaran, penyusunan kebijakan, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Sebagaimana ditegaskan oleh PGRI, TKA tidak digunakan untuk menentukan kelulusan siswa,” kata Ratna.

Editor : Prihadi Zoldic
#persiapan #PGRI NTB #Tes Kemampuan Akademik #secara mandiri #murid #melatih #orang tua #SDN 3 Ampenan #Sosialisasi #wali murid #dinas #Tidak Wajib #Penentu Kelulusan #Laptop