LombokPost- Uji coba kebijakan Lima Hari Sekolah (LHS) di Kota Mataram menunjukkan hasil positif.
Program ini tidak hanya menata jam pelajaran, namun diperkuat dukungan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga stamina serta fokus belajar siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf mengatakan respons kepala sekolah dan orang tua sejauh ini sangat baik.
Meskipun survei menyeluruh masih berjalan, data sementara menunjukkan tren menggembirakan.
“Kita utamakan pendidikan karakter. Saat istirahat kedua ada salat zuhur berjamaah yang bisa diselipkan pendalaman cara salat yang benar, termasuk baca tulis Al-Quran,” jelas Yusuf.
Selain aspek karakter, lanjutnya, nutrisi siswa turut menjadi perhatian serius.
Implementasi LHS didukung penuh program MBG yang dikoordinasikan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mataram.
Distribusi MBG telah dijadwalkan secara teknis. Siswa kelas rendah menerima asupan pukul 08.00–09.00 Wita, sedangkan kelas tinggi pukul 11.30 Wita.
Skema ini memastikan kebijakan LHS berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan gizi siswa.
Sejauh ini, kata Yusuf, pemantauan lapangan menunjukkan proses pembelajaran berlangsung kreatif dan inovatif tanpa kendala gizi berarti.
Namun, Disdik mencatat beberapa evaluasi teknis, terutama sekolah yang masih menerapkan sistem dobel sif akibat kelas paralel.
Ke depan, pemerintah menargetkan penghapusan kelas paralel melalui pengetatan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) demi pemerataan jumlah siswa.
Hasil uji coba ini nantinya dikaji secara hukum sebagai landasan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwal) Mataram.
“Dengan dukungan MBG dan kurikulum inovatif, diharapkan kebijakan Lima Hari Sekolah Mataram dapat berjalan permanen dengan aman dan normal,” pungkas Yusuf.
Editor : Kimda Farida