Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Batasi HP di Sekolah, SMAN 3 Mataram Siapkan Loker dan Sanksi Tegas

Ali Rojai • Minggu, 1 Februari 2026 | 19:49 WIB
Siswa SMAN 3 Mataram tertib menaruh HP di loker kelas yang tersedia. Batasi HP di sekolah, SMAN 3 Mataram siapkan loker dan sanksi tegas.
Siswa SMAN 3 Mataram tertib menaruh HP di loker kelas yang tersedia. Batasi HP di sekolah, SMAN 3 Mataram siapkan loker dan sanksi tegas.

LombokPost - SMAN 3 Mataram (Smanti) memperketat aturan penggunaan handphone (HP) dengan menyediakan loker khusus. Langkah ini diambil untuk memulihkan konsentrasi belajar serta interaksi sosial siswa yang sebelumnya terganggu akibat ketergantungan gawai.

Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mengatakan, kebijakan pembatasan HP telah berjalan lebih dari satu tahun.

Evaluasi internal menunjukkan penggunaan ponsel tanpa kontrol membuat siswa sering lalai terhadap waktu makan, minum, bahkan salat Duha dan Zuhur.

“Karena itu kami mengambil langkah konkret dengan mengamankan HP siswa selama jam pelajaran,” ujar Yuspita.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Smanti menyediakan loker permanen di 40 ruang kelas. Setiap siswa wajib menyimpan ponselnya di dalam loker sebelum pembelajaran dimulai.

Keamanan loker dijaga ketat. Sekolah menunjuk tiga petugas khusus pemegang kunci loker untuk jenjang kelas X, XI, dan XII. Sebelumnya, tanggung jawab kunci sempat diberikan kepada ketua kelas, namun dinilai kurang efektif.

“Kalau dipegang ketua kelas, sering kalah oleh desakan teman-temannya,” kata Yuspita.

Ponsel siswa baru dikembalikan saat jam pulang sekolah. Meski demikian, pihak sekolah masih menemukan upaya kecurangan, seperti siswa mengumpulkan HP rusak sementara HP utama disembunyikan. “Kalau tertangkap menggunakan HP, kami beri sanksi tegas,” ujar Yuspita.

Siswa yang melanggar aturan akan dikenai sanksi penyitaan ponsel maksimal satu minggu. HP yang disita hanya bisa diambil langsung orang tua siswa di sekolah. “Kami ingin ada efek jera sekaligus melibatkan peran orang tua dalam pengawasan anak,” jelas Yuspita.

Ia menilai kebijakan ini membawa dampak positif signifikan. Interaksi sosial siswa meningkat, mereka lebih aktif bermain dan berbincang saat jam istirahat, serta lebih fokus saat makan siang tanpa terpaku pada layar ponsel.

Namun demikian, sekolah tetap memberi ruang fleksibilitas. Jika guru membutuhkan HP untuk keperluan pembelajaran, petugas akan membuka loker sementara dan menguncinya kembali setelah kegiatan selesai.

“Kami berharap pembatasan HP di sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, disiplin, dan produktif bagi siswa,” pungkas Yuspita.

Editor : Marthadi
#Pendidikan Kota Mataram #HP Disita di Sekolah #Disiplin Siswa #smanti #Pembatasan HP di Sekolah #sman 3 mataram #penggunaan hp di sekolah #Loker HP Siswa #Aturan HP Sekolah