LombokPost- Madrasah Aliyah (MA) Nurul Jannah NWDI Ampenan menggelar program Belajar di Alam (BDA) di kawasan pemandian Aik Ranget, Lombok Barat, Rabu (28/1).
Kegiatan ini diikuti seluruh siswa sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan melalui pembelajaran kontekstual berbasis alam terbuka.
Program BDA tersebut memanfaatkan keasrian alam Sesaot sebagai media pembelajaran langsung. Lingkungan alami dipilih agar siswa dapat memahami pentingnya menjaga kelestarian alam secara nyata, tidak sekadar teori di ruang kelas.
Wakamad Kesiswaan MA Nurul Jannah NWDI Ampenan Moh Ramli menegaskan, BDA merupakan program strategis madrasah dalam membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan, berwawasan luas, serta memiliki kepekaan sosial.
“Melalui Belajar di Alam, siswa diharapkan mampu mengambil pelajaran langsung dari alam, menumbuhkan rasa cinta lingkungan, and memiliki kesadaran menjaga kelestariannya,” ujar Ramli.
Dalam pelaksanaannya, para santri mendapat materi edukatif tentang pelestarian alam serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Materi ini menekankan bahwa menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seiring tanpa merusak ekosistem.
Selain itu, siswa dibekali edukasi mitigasi bencana yang disampaikan Bilqis, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo. Ia menekankan pentingnya pemahaman mitigasi bencana sejak dini, khususnya bagi pelajar yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Panitia BDA Suharman mengatakan, BDA dirancang tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga membangun kepedulian santri terhadap lingkungan.
“Kami ingin santri belajar langsung dari alam, memahami manfaatnya, serta menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan,” kata Suharman.
Editor : Kimda Farida