LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram memastikan proses pengisian jabatan kepala sekolah (kasek) SD dan SMP yang masih kosong akan tuntas sebelum Ramadan.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas kepemimpinan sekolah sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kota Mataram.
Sekretaris Disdik Kota Mataram Naufal Aldian menegaskan, proses pelantikan kepala sekolah definitif telah memasuki tahap akhir. Disdik menargetkan seluruh kasek SD dan SMP terisi menjelang awal Ramadan.
“Empat hari sebelum puasa, kepala SD dan SMP sudah terisi. Sebelum puasa sudah ada kasek definitif,” ujar Naufal, Selasa (3/2).
Naufal mengakui, pengisian jabatan kepala sekolah di Kota Mataram sempat mengalami keterlambatan. Kondisi ini dipengaruhi regulasi yang semakin ketat serta situasi di lapangan, salah satunya krisis pengawas sekolah.
Saat ini, rasio pengawas sekolah di Kota Mataram dinilai belum ideal. Dari total 220 SD dan SMP, Kota Mataram hanya memiliki enam pengawas sekolah.
“Idealnya satu pengawas mengawasi 10 sekolah. Artinya, kita masih kekurangan sekitar 18 pengawas sekolah,” jelas Naufal.
Kondisi tersebut diperberat regulasi terbaru terkait jenjang karier. Guru tidak lagi dapat langsung diangkat menjadi pengawas sekolah tanpa terlebih dahulu menjabat sebagai kepala sekolah.
Sebagai solusi jangka pendek, Disdik Kota Mataram berencana mengangkat kepala sekolah senior untuk mengisi posisi pengawas yang masih kosong.
Sementara itu, Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf mengatakan, pihaknya telah menyiapkan guru-guru kompeten untuk mengisi 42 jabatan kepala sekolah yang masih lowong.
“Kami telah menyiapkan 45 guru yang lulus pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Penempatan akan dilakukan secara cermat dan profesional, disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing sekolah,” jelas Yusuf.
Ia berharap, dengan terpenuhinya jabatan kepala sekolah dan pengawas sekolah, kualitas tata kelola serta mutu pendidikan di Kota Mataram dapat meningkat secara signifikan, sejalan dengan regulasi pendidikan terbaru yang berlaku.
Editor : Pujo Nugroho