LombokPost - Gengsi akademik di sektor pariwisata kian memuncak.
Politeknik Negeri Bali (PNB) kembali membuka pintu bagi para praktisi dan akademisi untuk merengkuh gelar Doktor melalui pendaftaran Gelombang 2 S3 Terapan Pariwisata.
Sejak dibuka 19 Januari lalu hingga 21 Mei 2026 mendatang, kursi di program kasta tertinggi ini diprediksi bakal menjadi rebutan.
Bukan tanpa alasan, program S3 Terapan Pariwisata PNB kini telah menjelma menjadi rujukan utama pendidikan doktor kepariwisataan di Indonesia.
Tren mahasiswanya pun terus menanjak; dari 11 orang pada angkatan perdana 2024, naik menjadi 14 orang di 2025, dan pada gelombang pertama 2026 ini saja sudah ada 11 mahasiswa baru yang terjaring.
Gudang Guru Besar: Lulus Tepat Waktu 6 Semester Salah satu jaminan mutu yang ditawarkan PNB adalah "mewahnya" jajaran pengajar. Koordinator Program S3 Terapan Pariwisata PNB, Prof. Dr. I Putu Astawa, SE, MM, mengungkapkan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir soal bimbingan.
"Kami memiliki 18 Guru Besar (Profesor) yang siap mendukung keberhasilan mahasiswa. Semua pengajar, penguji, hingga tim promotor adalah profesor lulusan doktor dalam dan luar negeri," tegas Prof. Astawa.
Dengan amunisi guru besar yang melimpah, PNB berani menjamin mahasiswanya bisa meraih gelar doktor paling lama dalam enam semester saja.
Lintas Ilmu, Dari Jakarta hingga NTT Keunikan lain dari program KKNI jenjang 9 ini adalah sifatnya yang interdisipliner. Calon mahasiswa tidak harus berasal dari S2 Pariwisata.
Lulusan Magister dari bidang ilmu apa pun bisa mendaftar, termasuk mereka yang memegang ijazah luar negeri (setelah penyetaraan).
Maka tak heran, komposisi mahasiswanya sangat berwarna. Mulai dari pemimpin industri, entrepreneur sukses, hingga dosen senior.
Asal wilayahnya pun membentang dari Sumatera Utara, Jakarta, Kalimantan Timur, hingga Nusa Tenggara Barat dan Timur. Bahkan, ada mahasiswa yang memilih melakukan riset disertasi di luar negeri demi mendapatkan data global.
Catat Tanggal Mainnya Bagi yang berminat, ujian masuk berupa tes tulis dan wawancara bakal digelar pada 22 Mei 2026. Jika lolos seleksi, perkuliahan perdana akan dimulai pada awal September 2026.
Langkah PNB ini mempertegas bahwa Bali bukan hanya tempat untuk berlibur, tapi juga kawah candradimuka terbaik untuk mencetak pakar-pakar pariwisata level dunia.
Editor : Kimda Farida