LombokPost- Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari transformasi digital learning untuk memperluas akses pendidikan.
Penguatan pembelajaran jarak jauh Unram ini sekaligus menjadi strategi menghadirkan pendidikan inklusif, terutama bagi anak-anak di wilayah kepulauan yang selama ini terkendala biaya hidup dan akses.
Komitmen Unram dalam memperluas akses melalui pembelajaran jarak jauh ditunjukkan lewat sharing session di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, pekan lalu.
Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof. Dr. Ali Muktiyanto, sebagai narasumber utama.
Forum tersebut menjadi wadah berbagi praktik baik sekaligus penguatan kapasitas, agar implementasi pembelajaran jarak jauh berjalan selaras dan berkualitas.
Kegiatan ini juga mendukung transformasi digital yang tengah dijalankan Unram, sekaligus memperkuat pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.
Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo menegaskan, pembelajaran jarak jauh merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Selama ini, Unram lebih banyak menjalankan pembelajaran onsite.
Namun, pihaknya ingin memperkuat sistem jarak jauh agar mahasiswa yang terkendala hadir di kampus tetap bisa mengikuti perkuliahan.
“Fleksibilitas ini sangat penting tidak hanya bagi mahasiswa S1, tapi juga mahasiswa program magister dan doktor, serta bagi mahasiswa asing. Kehadiran smart classroom mendukung blended learning, dan pembelajaran jarak jauh menjadi solusi yang relevan,” ujarnya.
Prof Bambang menekankan, pembelajaran jarak jauh Unram juga menjadi sarana penting untuk menghadirkan pendidikan inklusif bagi anak-anak di daerah kepulauan.
“Banyak anak-anak kita di pulau-pulau yang menghadapi keterbatasan biaya hidup dan akses sehingga sulit melanjutkan pendidikan tinggi. Padahal mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tuturnya.
Melalui pembelajaran jarak jauh, lanjut Prof Bambang, Unram hadir menjembatani kesenjangan tersebut.
Sistem ini membuka peluang bagi anak-anak pulau untuk meningkatkan taraf hidup, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberantasan kemiskinan.
“Inilah wujud nyata kehadiran negara melalui perguruan tinggi,” tegasnya.
Di sisi lain, Prof Bambang juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rektor UT yang telah berbagi pengalaman dan praktik baik. Menurutnya, kolaborasi dengan UT menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas dan ekosistem digital learning di Unram.
Melalui kerja sama tersebut, Unram menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang inklusif sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Transformasi digital pembelajaran diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperluas jangkauan layanan pendidikan.
Terutama menjangkau masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah yang selama ini sulit terakses.
Dengan penguatan pembelajaran jarak jauh, Prof Bambang menargetkan akses pendidikan tinggi yang lebih luas, lebih fleksibel, dan lebih merata.
Termasuk memastikan anak-anak pulau memiliki kesempatan yang sama untuk kuliah, meningkatkan kompetensi, dan berkontribusi bagi daerahnya.
Editor : Kimda Farida