LombokPost- Pentas Seni (Pensi) MAN 1 Mataram kembali menjadi panggung kreativitas siswa. Dalam gelaran ini, delapan kelas XII tampil memukau dengan mengangkat harmoni Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo). Nuansa budaya lokal terasa sejak awal pertunjukan.
Kegiatan ini menjadi momen spesial bagi siswa kelas XII sebelum menyelesaikan masa studi di madrasah. Tak sekadar tampil, ajang ini juga menjadi ruang pembuktian kemampuan seni sekaligus kerja tim dalam satu panggung.
Pensi merupakan bagian dari penilaian akhir mata pelajaran Seni Budaya dan Kewirausahaan untuk seluruh kelas XII.
Para siswa ditantang mengelola pertunjukan secara mandiri. Mulai dari persiapan konsep, latihan, hingga tampil di hadapan tim penilai yang terdiri dari guru kesenian internal.
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah kolaborasi tiga budaya asli NTB yang dikenal dengan Sasambo. Siswa MAN 1 Mataram memadukan unsur Sasak, Samawa, dan Mbojo dalam satu rangkaian tarian yang harmonis. Mereka juga membawa Gendang Beleq ke atas panggung untuk memperkuat nuansa tradisional.
“Ini merupakan ajang penilaian untuk mata pelajaran kewirausahaan dan seni. Jadi, Pentas Seni ini diikuti oleh seluruh kelas XII dari delapan kelas yang ada,” ujar Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram Mery Maryam, Rabu (18/2).
Selain mengangkat budaya Sasambo, kreativitas siswa MAN 1 Mataram juga merambah tarian nusantara lainnya. Salah satunya tari Ondel-ondel yang dibawakan dengan penuh energi.
Kehadiran wali murid yang diundang khusus membuat suasana semakin hangat. Bagi orang tua, penampilan ini menjadi “persembahan terakhir” anak-anak mereka setelah tiga tahun belajar di MAN 1 Mataram.
Penilaian Pensi tidak hanya menitikberatkan pada estetika gerak tari. Tim penilai juga memantau aspek kekompakan dan kebersamaan setiap kelas.
“Ketika satu kelompok tampil, seluruh anggota kelas akan ikut memberikan dukungan di akhir durasi sebagai bentuk solidaritas,” kata Mery.
Melalui Pensi ini, siswa diharapkan memiliki bekal karakter dan soft skill yang lebih kuat. Keterampilan mengekspresikan budaya seperti Sasambo dan memainkan Gendang Beleq dinilai menjadi modal penting bagi mereka, baik saat melanjutkan studi maupun ketika terjun ke masyarakat.
Kepala MAN 1 Mataram H Lalu Syauki menegaskan, Pensi merupakan bagian dari pembelajaran yang dinilai langsung oleh guru kesenian. “Ini menjadi ajang pengembangan bakat dan minat siswa,” ujar Syauki.
Semangat kelas XII dalam menampilkan harmoni Sasambo di ajang Pensi menjadi bukti bahwa siswa MAN 1 Mataram tidak hanya unggul akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.
Editor : Kimda Farida