LombokPost - Regrouping SD Negeri di Kota Mataram disiapkan Pemerintah Kota Mataram sebagai langkah strategis menata pendidikan dasar.
Kebijakan ini menyusul penurunan jumlah siswa yang signifikan setiap tahun.
Tidak hanya penggabungan sekolah, nama seluruh SD Negeri di Kota Mataram juga akan dirombak berdasarkan urutan sejarah berdirinya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf mengatakan, regrouping SD Negeri di Mataram menjadi solusi atas kondisi sejumlah sekolah yang kekurangan murid.
Bahkan terdapat sekolah dengan rata-rata hanya lima siswa per kelas atau sekitar 30 siswa dalam satu sekolah dengan enam rombongan belajar.
Kondisi ini dinilai tidak ideal sehingga regrouping SD Negeri di Mataram dianggap mendesak demi efisiensi dan peningkatan mutu pendidikan.
Beberapa sekolah yang masuk rencana regrouping antara lain SDN 15 Mataram dengan SDN 19 Mataram.
Selain itu SDN 11 Ampenan akan digabung dengan SDN 14 Ampenan.
SDN 36 Ampenan direncanakan bergabung ke SDN 20 Ampenan, sementara SDN 41 Cakranegara akan bergabung ke SDN 10 Cakranegara dengan status filial sementara.
“Rencana regrouping SD Mataram ini sedang dibahas secara intensif di Jakarta untuk memastikan nomenklatur yang tepat,” ujar Yusuf.
Selain regrouping, akan diikuti perubahan sistem penamaan. Seluruh SD di ibu kota Provinsi NTB nantinya menggunakan nama seragam “SD Negeri Kota Mataram” dengan nomor urut.
Penomoran dari 1 hingga 142 ditentukan berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun berdirinya masing-masing sekolah.
Menurut Yusuf, langkah regrouping SD Negeri di Mataram ini merupakan bagian dari strategi menghadapi penurunan jumlah siswa yang mencapai hampir 600 orang per tahun. Dengan regrouping SD Negeri di Mataram diharapkan tidak ada lagi sekolah yang kekurangan peserta didik atau terancam mati suri.
Yusuf menambahkan, sekolah yang berdiri paling akhir kemungkinan mendapat nomor urut terakhir. Kebijakan regrouping SD Negeri di Mataram ini diharapkan menciptakan distribusi siswa lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di Kota Mataram.
Editor : Pujo Nugroho