LombokPost - SMAN 1 Mataram (Smansa) melakukan penyesuaian jam belajar di masa Ramadan ini.
Kebijakan ini diterapkan agar ibadah dan proses belajar tetap berjalan seimbang.
Kepala SMAN 1 Mataram Burhanuddin menjelaskan, berdasarkan kebijakan tersebut, siswa masuk sekolah pukul 07.45 Wita.
Waktu itu lebih siang dibanding hari biasa.
Dalam skema jadwal selama Ramadan di Smansa, kegiatan tidak langsung diisi pelajaran umum. Siswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan iman dan takwa (imtak) di kelas selama 15 menit.
Setelah imtak pagi selesai, kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pukul 08.00 Wita. Durasi pembelajaran telah disesuaikan agar tidak membebani siswa yang menjalankan ibadah puasa.
“Sesuai jadwal jam sekolah selama Ramadan, seluruh KBM berakhir pada pukul 12.30 Wita,” ujar Burhanuddin.
Pukul 12.30 Wita bukan waktu langsung pulang. Sekolah melanjutkan kegiatan imtak siang. Siswa Muslim melaksanakan salat berjamaah di sekolah.
Sementara siswa Hindu menjalankan kegiatan imtak sesuai keyakinan masing-masing.
Burhanuddin menegaskan, kebijakan ini bertujuan memperkuat nuansa religius selama Ramadan tanpa mengurangi esensi pembelajaran. Jam kepulangan dibuat serentak agar seluruh siswa meninggalkan sekolah dalam waktu yang sama setelah rangkaian imtak selesai.
“Kami berharap seluruh warga sekolah dapat beradaptasi dengan baik. Penyesuaian ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan penguatan spiritual selama bulan suci,” pungkas Burhanuddin.
Editor : Pujo Nugroho