LombokPost- Menjelang evaluasi akhir, SDN 3 Ampenan mematangkan persiapan dengan menggelar simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dua gelombang bagi siswa kelas VI.
Simulasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan siswa menghadapi ujian berbasis digital.
Dari total 60 siswa, 58 siswa hadir mengikuti simulasi TKA dua gelombang. Dua siswa lainnya merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang membutuhkan perlakuan dan pendampingan khusus.
“Kita simulasi dua gelombang,” ujar Kepala SDN 3 Ampenan Baiq Ratna Wahyuningsih, Rabu (4/3).
Pelaksanaan simulasi TKA dua gelombang di SDN 3 Ampenan dilakukan terstruktur dengan sistem pembagian sesi. Pada gelombang pertama, sesi pertama diikuti 15 siswa dan sesi kedua 14 siswa. Pola yang sama diterapkan pada gelombang kedua untuk memastikan seluruh siswa mendapat fasilitas perangkat yang memadai.
Simulasi TKA dua gelombang dirancang untuk meminimalkan kendala teknis yang kerap muncul dalam ujian digital. Ratna menegaskan, pelaksanaan simulasi TKA sejauh ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Koordinasi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci sukses pelaksanaan simulasi TKA dua gelombang. Koneksi internet dilaporkan stabil selama kegiatan berlangsung.
“Untuk fasilitas seperti laptop dan internet tidak ada kendala. Laptop yang digunakan dalam simulasi TKA ini merupakan kolaborasi milik siswa, guru, dan sekolah,” jelas Ratna.
Melalui simulasi TKA dua gelombang, Ratna berharap siswa semakin familiar dengan aplikasi ujian digital. Saat pelaksanaan TKA, siswa diharapkan lebih fokus mengerjakan soal tanpa terganggu persoalan teknis.
“Kami memastikan seluruh siswa siap menghadapi TKA dengan penuh percaya diri,” pungkas Ratna.
Editor : Kimda Farida