LombokPost - Universitas Mataram (Unram) kini memperluas jejaring akademiknya hingga ke benua Eropa melalui peluncuran Proyek Erasmus+ Enhance. Kolaborasi lintas negara ini dirancang untuk memperkuat fondasi pendidikan tinggi di Indonesia dalam menghadapi tantangan lingkungan serta pembangunan berkelanjutan.
Peluncuran berlangsung di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, Rabu (4/3). Program bagian dari Erasmus+ Capacity Building Higher Education (CBHE) yang didanai Uni Eropa.
Melalui Proyek Erasmus+ Enhance, Unram mempertegas komitmen memperkuat pendidikan lingkungan dan riset keberlanjutan. Serta meningkatkan kolaborasi global antarperguruan tinggi.
Program Erasmus+ Enhance melibatkan tujuh universitas dari empat negara. Mitranya terdiri dari Maastricht School of Management Belanda, University of Göttingen Jerman, dan Università Cattolica del Sacro Cuore Italia. Kemudian Institut Pertanian Bogor, Unram, Universitas Nusa Cendana, serta Universitas Palangka Raya.
Unram juga memperkuat jejaring kolaborasi media publik. Hal ini ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan RRI Mataram dan TVRI NTB. Kerja sama diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (MoA) Pascasarjana Unram dengan kedua lembaga penyiaran itu.
Kolaborasi bertujuan memperluas diseminasi program pendidikan lingkungan. Serta memperkuat literasi publik isu keberlanjutan. Hasil riset dan inovasi diharapkan dapat diakses luas oleh masyarakat melalui media publik.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Sistem Informasi Unram Prof Akmaluddin mengapresiasi keberhasilan tim. Capaian ini bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kapasitas akademik Unram.
“Program Erasmus+ Enhance memperkuat posisi Universitas Mataram dalam jejaring akademik global sekaligus mendukung visi kampus berdaya saing internasional,” ujar Prof Akmaluddin.
Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Bappeda NTB Firmansyah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pembangunan tidak hanya fokus ekonomi, namun harus memperhatikan kelestarian lingkungan.
Proyek dinilai sejalan arah pembangunan NTB Lestari dan Berkelanjutan. Program diharapkan mendorong pengelolaan lingkungan berkualitas dan penguatan ekosistem hayati. Termasuk pengembangan energi ramah lingkungan.
Firmansyah menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam pembangunan daerah.
“Di tengah keterbatasan pembiayaan pembangunan, kita tidak bisa lagi bergantung pada dana pemerintah saja. Perlu kolaborasi seluruh stakeholder,” tegas Firmansyah.
Unram bersama mitra internasional berkomitmen menjadikan pendidikan tinggi katalis solusi masyarakat. Program diharapkan memperkuat kapasitas pendidikan lingkungan dan ketahanan pulau kecil. Serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Ke depan, Proyek Erasmus+ Enhance diharapkan memperkuat peran perguruan tinggi. Terutama menghasilkan inovasi lingkungan dan mempercepat transformasi pembangunan berkelanjutan.
Editor : Marthadi