LombokPost- Universitas Mataram (Unram) resmi menjalankan Proyek Erasmus+ European-Indonesian Partnership for Strengthening Higher Education on Environmental and Sustainable Science in Indonesia (Enhance).
Ini langkah strategis untuk memperkuat pendidikan tinggi bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Proyek Erasmus+ Enhance merupakan bagian dari kolaborasi internasional.
Program bertujuan meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi dalam menghadirkan riset dan inovasi.
Hal ini guna menjawab tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Peluncuran Proyek Erasmus+ Enhance berlangsung di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, Rabu (4/3).
Program ini bagian dari Erasmus+ Capacity Building Higher Education (CBHE) yang didanai Uni Eropa. Kegiatan melibatkan tujuh universitas dari empat negara.
Melalui Proyek Erasmus+ Enhance, Unram menegaskan komitmen dalam jejaring akademik global.
Sekaligus memperkuat pendidikan lingkungan dan keberlanjutan di Indonesia.
Guru Besar Universitas Mataram Prof. Dr. Ir. Markum menegaskan proyek sangat relevan bagi NTB.
Wilayah ini berkarakter kepulauan kecil dengan keterbatasan sumber daya alam. Serta memiliki kerentanan lingkungan dan sosial ekonomi yang tinggi.
Menurutnya, berbagai tantangan masih dihadapi NTB. Mulai degradasi hutan dan daerah aliran sungai (DAS), hingga tekanan ekosistem pesisir dan laut. Termasuk persoalan kemiskinan dan kerentanan perubahan iklim.
Baca Juga: Menu Bermasalah, Disdik Mataram Ancam Cabut Izin Penyedia MBG
Implementasi Proyek Erasmus+ Enhance bertujuan menjembatani tiga kesenjangan utama pendidikan tinggi.
Pertama, kesenjangan universitas dan industri yang masih lemah dalam kolaborasi penelitian terapan.
Kedua, kesenjangan pendidikan dan kebijakan. Hasil riset sering belum diterjemahkan menjadi kebijakan publik. Ketiga, kesenjangan pendidikan dan kebutuhan sosial masyarakat.
Proyek ini dibangun di atas tiga pilar utama. Yakni penguatan kapasitas kelembagaan, inovasi pendidikan, serta penelitian transdisipliner.
Pilar ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Strategi implementasi mencakup lima fokus utama. Yakni penguatan manajemen proyek, peningkatan kapasitas kelembagaan, dan pengembangan kurikulum inovatif. Serta penelitian kolaboratif, diseminasi, hingga keberlanjutan program.
Aspek kurikulum mendorong pengembangan modul magister berbasis konteks lokal. Modul ini relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Penelitian kolaboratif fokus pada skema doktoral, joint supervisor, serta riset transdisipliner. Hal ini guna mendukung inovasi lingkungan dan keberlanjutan.
“Selain itu, program ini juga mendorong kemitraan multi pihak jangka panjang agar hasil riset dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Prof Markum.
Proyek Erasmus+ Enhance dinilai selaras konsep Kampus Berdampak. Pendidikan dan riset menjadi katalis solusi nyata bagi masyarakat.
Program mendukung arah pembangunan NTB yang berorientasi lingkungan berkelanjutan.
Hal ini sejalan program NTB Lestari Berkelanjutan dan agenda pembangunan daerah NTB Makmur Mendunia.
Akhir pelaksanaan program, Proyek Erasmus+ Enhance Unram diharapkan mampu memperkuat kapasitas pendidikan tinggi.
Serta menghasilkan riset transdisipliner aplikatif. Hal ini guna menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan lingkungan dan keberlanjutan di Indonesia.
Editor : Kimda Farida