LombokPost- Digitalisasi madrasah terus diperkuat di MAN 1 Mataram. Tidak hanya menerapkan E-Rapor, madrasah di Kota Mataram ini menghadirkan ujian berbasis Android pada Penilaian Tengah Semester (PTS).
Penerapan ujian Android di MAN 1 Mataram menjadi bagian dari transformasi digital yang dikembangkan sejak beberapa tahun terakhir.
Program digitalisasi madrasah di MAN 1 Mataram diarahkan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki menegaskan, digitalisasi di lingkungan madrasah bukan sekadar mengikuti tren teknologi.
Menurutnya, digitalisasi madrasah dan ujian Android di MAN 1 Mataram merupakan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Digitalisasi sudah lama dikembangkan di MAN 1 Mataram. Ini bukan program instan atau sekadar tren, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Syauki.
Ia menjelaskan, penerapan ujian Android di MAN 1 Mataram memberikan sejumlah keuntungan bagi madrasah.
Salah satunya efisiensi penggunaan sumber daya karena sistem ujian dilakukan secara paperless tanpa pencetakan soal.
Selain itu, integrasi sistem ujian dengan E-Rapor MAN 1 Mataram membuat pengolahan nilai lebih cepat dan akurat.
Data nilai siswa dapat langsung masuk ke sistem digital sehingga meminimalkan kesalahan input manual.
Keuntungan lain dari digitalisasi ujian di MAN 1 Mataram adalah transparansi hasil belajar.
Guru dan orang tua dapat memantau perkembangan akademik siswa lebih cepat melalui sistem terintegrasi.
“Melalui ujian Android di MAN 1 Mataram, siswa juga dibiasakan menggunakan platform digital. Ini penting sebagai persiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi maupun dunia kerja,” jelas Syauki.
Penerapan ujian Android di MAN 1 Mataram mendapat respons positif dari para siswa.
Mereka dapat mengerjakan soal melalui perangkat Android masing-masing dengan sistem pengawasan ketat dan keamanan berbasis enkripsi.
Dengan sistem tersebut, integritas ujian tetap terjaga meskipun dilakukan secara digital.
Ke depan, Syauki menargetkan pengembangan lebih banyak fitur digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Keberhasilan digitalisasi madrasah diharapkan menjadi inovasi pendidikan berbasis teknologi yang semakin luas.
Editor : Kimda Farida