LombokPost- Sebanyak 376 siswa kelas IX SMPN 15 Mataram mulai menjalani gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari persiapan yang akan dilaksanakan pada April mendatang.
Melalui gladi TKA ini, sekolah ingin memastikan seluruh siswa siap menghadapi TKA, terutama pada aspek literasi dan numerasi.
Antusias siswa terlihat tinggi selama mengikuti gladi TKA SMPN 15 Mataram. Kegiatan ini menjadi simulasi penting agar siswa terbiasa dengan sistem ujian digital serta memahami alur pelaksanaan TKA sebelum ujian sesungguhnya digelar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 15 Mataram G.A. Suartini Astuti menjelaskan, gladi TKA dilaksanakan dalam tiga gelombang dengan total 16 sesi ujian.
Dalam satu hari terdapat tiga sesi yang menggunakan dua ruang kelas sebagai laboratorium ujian.
“Satu kelas diisi 24 siswa untuk sesi awal, dan hanya berkurang sedikit pada gelombang terakhir. Ini bagian dari persiapan TKA agar seluruh siswa kelas IX bisa terakomodasi dengan baik,” ujar Suartini.
Pada pelaksanaan gladi TKA, durasi ujian dibuat lebih singkat dibanding ujian sebenarnya. Jika pada TKA resmi waktu pengerjaan mencapai 75 menit, dalam simulasi ini siswa hanya diberikan 30 menit per sesi.
Skema tersebut dibuat agar pergantian antar-gelombang berjalan lebih cepat, namun tetap memberi gambaran teknis kepada siswa.
Meski sempat muncul kendala teknis pada hari pertama sesi kedua, Suartini menegaskan, gangguan tersebut berasal dari pusat, bukan dari perangkat sekolah.
Hal ini sekaligus membuktikan kesiapan infrastruktur digital di SMPN 15 Mataram dalam menyelenggarakan TKA berbasis digital.
Menurutnya, siswa sudah cukup familiar dengan sistem ujian digital. Selama ini berbagai evaluasi seperti ulangan harian, Sumatif Tengah Semester (STS), hingga Sumatif Akhir Semester (SAS) sudah menggunakan aplikasi digital.
“Anak-anak sudah terbiasa menggunakan sistem digital. Jadi saat gladi TKA mereka tidak merasa canggung,” tambah Suartini.
Selain gladi TKA, SMPN 15 Mataram juga melakukan berbagai strategi persiapan TKA, terutama melalui pemantapan literasi dan numerasi. Suartini mengatakan, kegiatan pemantapan TKA sudah dimulai sejak 9 Maret lalu. Dengan jumlah 11 kelas IX dan keterbatasan guru, sekolah menerapkan strategi rotasi pembelajaran.
Pada hari pertama, sebagian kelas fokus pada numerasi bersama guru matematika, sementara kelas lainnya mempelajari literasi.
Keesokan harinya, pembelajaran ditukar sehingga seluruh siswa mendapatkan penguatan materi yang sama.
Seluruh sumber daya guru dari kelas VII, VIII, hingga IX dilibatkan dalam program ini.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kemampuan literasi dan numerasi siswa meningkat sebelum menghadapi TKA.
Sebagai puncak rangkaian persiapan TKA, sekolah juga menggelar tryout TKA berbasis aplikasi agar siswa semakin terbiasa dengan model soal serta sistem ujian digital.
Suartini berharap seluruh siswa dapat meraih hasil maksimal pada TKA. Pasalnya, nilai TKA diproyeksikan menjadi salah satu indikator penting dalam rapor mutu sekolah sekaligus peluang bagi siswa untuk masuk ke SMA/SMK melalui jalur prestasi.
“Harapan kami, anak-anak mendapat nilai maksimal pada Tes Kemampuan Akademik sehingga bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,” ujar Suartini.
Kepala SMPN 15 Mataram Sri Wahyu Indriani menambahkan, pihak sekolah juga memperkuat persiapan TKA melalui kegiatan bedah soal literasi dan numerasi bagi para guru.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber ahli yang memberikan berbagai trik menyelesaikan soal-soal sulit dalam TKA, khususnya pada bidang numerasi.
“Kami mengundang narasumber khusus untuk melakukan bedah soal literasi dan numerasi. Untuk numerasi sudah terlaksana dengan menghadirkan ahli yang memberikan trik penyelesaian soal matematika,” jelas Sri.
Sekolah juga berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Mataram untuk memperkuat pemahaman guru terhadap soal-soal literasi yang berpotensi muncul pada TKA.
Menurut Sri, kesiapan guru menjadi kunci penting dalam meningkatkan kemampuan siswa menghadapi TKA.
Dengan penguasaan strategi penyelesaian soal, guru diharapkan mampu membimbing siswa secara lebih efektif.
Di sisi lain, siswa juga didorong untuk memperkuat belajar mandiri. Mengingat waktu yang terbatas, Sri menyarankan siswa memanfaatkan berbagai sumber belajar tambahan, termasuk mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah.
Sri menegaskan, persiapan TKA harus dilakukan secara maksimal agar tidak terjadi ketimpangan antara nilai rapor dan hasil ujian.
“Guru harus serius membantu siswa dalam pembahasan soal. Dengan kolaborasi dan bedah soal literasi serta numerasi, kami berharap seluruh siswa meraih hasil terbaik pada Tes Kemampuan Akademik tahun ini,” pungkas Sri.
Editor : Kimda Farida