LombokPost-Pelaksanaan TKA SMP Kota Mataram dimulai Senin (6/4). Ribuan siswa mengikuti TKA sebagai puncak evaluasi pembelajaran. Dalam TKA ini, siswa tidak hanya diuji kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis melalui soal HOTS (High Order Thinking Skills).
Pelaksanaan TKA berlangsung lancar di sejumlah sekolah, seperti SMPN 2 Mataram, SMPN 23 Mataram, dan SMPN 16 Mataram. Ujian ini menjadi tolok ukur dalam menilai capaian belajar siswa selama tiga tahun di jenjang SMP.
Baca Juga: Strategi Prof Sukardi Sulap Aset Unram Jadi Mesin Ekonomi: Sasar Senaru Hingga Narmada
Di SMPN 2 Mataram, sebanyak 463 siswa mengikuti TKA. Ujian dibagi dalam dua gelombang dan tiga sesi setiap hari.
Pelaksanaan ujian memanfaatkan Aula Dewi Anjani, Laboratorium Biologi, dan Laboratorium Komputer dengan kapasitas 20 siswa per sesi.
Dalam pelaksanaan TKA, siswa diwajibkan membawa laptop sendiri agar terbiasa mengerjakan soal HOTS. Sempat terjadi kendala teknis kecil pada awal pelaksanaan, namun tidak mengganggu jalannya ujian.
Materi TKA mencakup seluruh pelajaran dari semester awal hingga akhir. Soal yang diujikan berada pada level C4 ke atas, sehingga menuntut kemampuan analisis melalui soal HOTS.
Plt Kepala SMPN 2 Mataram Ni Nengar Sri Swathi berharap hasil TKA mencerminkan capaian belajar siswa. “Minimal hasilnya sejalan dengan kemampuan yang sudah mereka dapatkan selama ini,” ujarnya.
Baca Juga: Lomba Resensi Buku Puspresnas, Siswa SMPN 2 Mataram Tembus Juara II Nasional
Sementara itu, di SMPN 16 Mataram sempat terjadi gangguan jaringan saat pelaksanaan TKA. Namun, kendala tersebut dapat segera diatasi sehingga ujian tetap berjalan lancar.
Kepala SMPN 16 Mataram Burhanuddin menyebut pihaknya telah melakukan persiapan, termasuk tambahan jam belajar bagi siswa kelas IX. Upaya ini dilakukan untuk memastikan hasil TKA maksimal.
“TKA menjadi bahan evaluasi pendidikan dan menekankan kemampuan berpikir kritis melalui soal HOTS, bukan sekadar hafalan,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa